Liputansumbawa.id–Warga Dusun Batu Parga, Desa Lape, Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat laki-laki yang tewas dalam kondisi gantung diri di areal perkebunan warga, Jumat (24/07/2026) pagi. Korban yang diketahui berinisial SA (60) pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri di dahan pohon kayu nimah.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 10.15 WITA. Saat itu, saksi mata yang merupakan anak kandung korban hendak mencari bage (pakan ternak) ke lahan ladang milik warga setempat, Sdr. Fakhri Khaeruwaldi. Betapa terkejutnya saksi ketika melihat sesosok tubuh bergelantungan di dahan pohon menggunakan sehelai kain sarung, yang setelah didekati ternyata merupakan ayah kandungnya sendiri.
Mendapati kejadian tersebut, saksi langsung berlari memberitahu warga sekitar, kemudian bersama-sama mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta melaporkannya kepada pihak Polsek Lape dan Puskesmas Lape.
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Lape Iptu Sumarlin, S.H., menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga korban serta mengimbau masyarakat agar senantiasa peka terhadap kondisi psikologis sesama anggota keluarga.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa membangun komunikasi yang baik di dalam keluarga. Apabila ada anggota keluarga yang mengalami tekanan psikologis atau masalah berat, hendaknya diselesaikan secara musyawarah dan didukung oleh orang-orang terdekat agar hal-hal tragis semacam ini tidak terulang kembali,” ujar Kapolsek Lape.
Sekitar pukul 11.45 WITA, personel piket Polsek Lape bersama tim medis Puskesmas Lape tiba di TKP untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan visum luar terhadap jenazah korban dengan didampingi oleh pihak keluarga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis luar, korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 24 jam akibat gantung diri. Ditemukan bekas jeratan kain sarung pada leher korban, luka gores di tangan kanan, serta tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya telah meninggalkan rumah sejak hari Kamis sore kemarin sekitar pukul 16.00 WITA hingga akhirnya ditemukan keesokan harinya.
“Pihak keluarga korban telah ikhlas menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah murni dan menolak untuk dilakukan otopsi lanjutan, yang diperkuat dengan penandatanganan surat berita acara penolakan otopsi.” tambah Kapolsek.
Pada pukul 12.30 WITA, jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans untuk segera dikebumikan. Seluruh rangkaian kegiatan penanganan oleh pihak kepolisian berakhir pada pukul 13.30 WITA dalam keadaan aman dan lancar. (Mk)


























































































