Single News

Jenazah Nelayan Bungin Ditemukan Terapung di Perairan Kertasari-Selat Alas

Liputansumbawa.id–Nelayan asal Desa Pulau Bungin, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan sekitar Pulau 1 Kertasari, Kabupaten Sumbawa Barat, Minggu (24/5/2026).

Kepala Pos SAR Sumbawa, Qurais, mengatakan informasi penemuan mayat pertama kali diterima sekitar pukul 09.44 WITA melalui laporan warga bernama Syahrul di grup WhatsApp warga Sumbawa Barat.

“Dalam laporan tersebut disebutkan adanya sesosok mayat terapung di dekat Pulau 1 Kertasari,” ujar Qurais.

Menerima informasi itu, Tim SAR Pos Sumbawa yang saat itu tengah melakukan operasi pencarian di sekitar Pulau Panjang, Kecamatan Alas, langsung bergerak menuju lokasi bersama tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkarmat Kabupaten Sumbawa Barat, serta masyarakat nelayan setempat.

“Kami sedang melakukan pencarian di sekitar Pulau Panjang, lokasi korban dilaporkan hilang. Setelah mendapat informasi penemuan mayat, tim langsung bergeser ke wilayah Kertasari,” jelasnya.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan dua armada laut, yakni kapal cepat milik salah satu hotel di kawasan Kertasari dan kapal nelayan milik warga. Jasad korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.35 WITA di sekitar Pulau 1 Kertasari, Selat Alas.

Selanjutnya, jenazah dibawa menuju Pantai Labuhan Lalar dan tiba sekitar pukul 12.58 WITA sebelum dipindahkan ke ambulans TRC Puskesmas II Taliwang untuk dibawa ke RS Asy Syifa Sumbawa Barat.
Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 13.15 WITA, jenazah langsung dibawa ke ruang jenazah guna menjalani proses visum oleh Tim Inafis Polres Sumbawa Barat sekaligus identifikasi oleh pihak keluarga.

“Kami bersama BPBD Sumbawa dan keluarga korban langsung menuju RS Asy Syifa untuk memastikan identitas korban,” tambah Qurais.

Dari hasil identifikasi, pihak keluarga memastikan jasad yang ditemukan tersebut merupakan nelayan asal Pulau Bungin yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut sejak Jumat, 22 Mei 2026.

“Pihak keluarga memastikan bahwa korban adalah anggota keluarganya yang hilang di sekitar Pulau Panjang,” tegasnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup. Suasana duka menyelimuti keluarga korban dan masyarakat Pulau Bungin yang selama dua hari terakhir menanti kabar keberadaan nelayan tersebut.

Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani, SH., mengungkapkan jenazah korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Minggu sore.

“Benar, sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” ujarnya singkat. (LS)