Single News

Gema Takbir dan Qurban Warnai Idul Adha di Sebeok

Liputansumbawa.id–Suasana Hari Raya Idul Adha di Desa Sebeok, Kecamatan Orong Telu, berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Prosesi penyembelihan hewan qurban yang dipusatkan di Lapangan Tiu Turin dengan melibatkan warga, panitia qurban, tokoh masyarakat, serta para pemuda, Rabu (27/5/2026)

Sebelum proses penyembelihan dimulai, kegiatan terlebih dahulu diawali dengan lantunan takbiran bersama yang menggema di area lapangan. Suara takbir yang dikumandangkan masyarakat menambah suasana religius dan penuh rasa syukur dalam pelaksanaan ibadah qurban tahun ini. Warga tampak mulai berdatangan sejak pagi hari untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan qurban secara bersama-sama.

Pada pelaksanaan qurban tahun ini, panitia mencatat sebanyak 12 ekor sapi, 3 ekor kerbau, dan 1 ekor kambing disembelih. Hewan qurban tersebut berasal dari partisipasi masyarakat dan para pekurban yang secara sukarela menyerahkan hewan qurbannya untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Di Desa Sebeok, tradisi qurban masih sangat kental dengan nilai budaya dan adat kebersamaan masyarakat. Hal itu terlihat dari proses pelaksanaan qurban yang hingga saat ini masih digelar secara bersama-sama dengan membentuk kepanitiaan khusus yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan. Mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda desa, hingga warga setempat turut mengambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan qurban.

Budaya gotong royong tersebut menjadi ciri khas masyarakat Sebeok dalam menyambut Iduladha. Tidak hanya saat penyembelihan hewan qurban, tetapi juga dalam proses persiapan tempat, pelaksanaan takbiran, pemotongan daging, hingga pembagian kepada masyarakat dilakukan secara bersama-sama. Tradisi ini terus dipertahankan sebagai bentuk memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas antar warga.

Kepala Desa Sebeok, Agus Mutahir, saat ditemui awak media di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa momentum Iduladha bukan hanya sekadar pelaksanaan ibadah qurban, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antar masyarakat.

“Alhamdulillah, tahun ini masyarakat Desa Sebeok kembali diberikan kesempatan untuk melaksanakan qurban bersama. Ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat masih sangat kuat. Qurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi bagaimana kita belajar berbagi dan memperkuat rasa persaudaraan antar sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Qurban yang juga Kepala Dusun Sebeok A, Kalamuddin, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan qurban tahun ini. Ia mengatakan seluruh proses kegiatan berjalan dengan baik berkat kerja sama masyarakat dan panitia yang saling membantu sejak awal persiapan.

“Mulai dari persiapan tempat, proses takbiran, penyembelihan, hingga pembagian daging qurban semuanya dilakukan bersama-sama oleh masyarakat. Ini menjadi bentuk kebersamaan yang terus kami jaga setiap tahunnya,” katanya saat ditemui awak media di lokasi kegiatan.

Pelaksanaan qurban di Lapangan Tiu Turin berlangsung dengan tertib dan lancar hingga seluruh proses pembagian daging qurban selesai dilakukan.

Kepala Desa Sebeok berharap semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang terus dijaga dalam momentum Idul Adha tersebut dapat tetap lestari di tengah kehidupan masyarakat Desa Sebeok. (LS)