Liputansumbawa.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menghibahkan lahan untuk pembangunan pangkalan Korps Marinir TNI Angkatan Laut di wilayah Kabupaten Sumbawa. Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Haji Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, kepala OPD, serta rombongan pejabat Korps Marinir yang dipimpin Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI Dr. Endi Supardi, S.E., M.M.


Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya kerja sama yang menurutnya telah dirintis hampir satu tahun sejak pertemuan awal dengan jajaran TNI AL di Jakarta.
“Hari ini impian kita terwujud. Dengan penandatanganan MoU dan penyerahan lahan, kita mulai langkah besar bersama,” ujar Bupati Jarot.
Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyerahkan lahan seluas 20 hektare yang berada di kawasan strategis. Lokasi tersebut dinilai sangat mendukung kebutuhan operasional Korps Marinir karena berada dekat dengan pusat kota, kawasan pantai, serta pintu gerbang Teluk Saleh.
“Lokasi ini dekat dengan habitat hiu paus terbesar di Indonesia, potensi wisata dunia yang kita miliki,” tambahnya.
Bupati juga menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk menyediakan tambahan lahan apabila diperlukan pada tahap pengembangan berikutnya. Menurutnya, lokasi yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari laut tersebut sangat ideal bagi satuan Marinir yang memiliki karakter operasi di wilayah darat dan laut.
Lebih lanjut, Bupati Jarot menegaskan bahwa kehadiran Korps Marinir di Sumbawa akan memperkuat sistem pertahanan nasional, khususnya di wilayah selatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Australia. Selain itu, keberadaan pangkalan militer juga diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, serta pembangunan daerah.
“Alhamdulillah sekarang banyak potensi PSN yang sudah jalan, seperti stadion. Ada 700 tentara di sini. Kemarin juga sudah diputuskan lokasi Sekolah Rakyat untuk 3.000 murid, dan akhir tahun akan ada Sekolah Terintegrasi Kemendikdasmen untuk 1.000 murid SD-SMP-SMA,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Korps Marinir dapat terus berlanjut demi memperkuat pertahanan negara sekaligus mempercepat pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan Marinir yang akan berpangkalan di sini membawa kontribusi positif. Kami siap membantu apa yang dibutuhkan,” tutupnya.
Sementara itu, Panglima Korps Marinir Letjen TNI Dr. Endi Supardi memastikan pembangunan Batalyon Infanteri Marinir (Yonif Marinir) 16 di Kabupaten Sumbawa akan segera dimulai pada tahun 2026 ini.
“Sore ini kami ditemani Bapak Bupati beserta seluruh unsur pimpinan daerah. Tadi sudah dilaksanakan penyerahan atau serah terima hibah tanah yang rencana akan dibangun untuk Batalyon Infanteri Marinir 16,” ujarnya.
Menurutnya, setelah proses hibah lahan selesai, tahapan administrasi akan langsung ditindaklanjuti sehingga pembangunan dapat segera dimulai.
“Insyaallah dalam waktu dekat kita akan langsung dibangun Batalyon Infanteri Korps Marinir yang ke-16. Ini salah satu program Bapak Presiden lewat Menhan,” tegasnya.
Pembangunan Yonif Marinir 16 di Sumbawa merupakan bagian dari program penambahan lima batalyon baru Korps Marinir yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
“Dengan proses penyerahan ini, kita langsung gas bangun Batalyon Infanteri Korps Marinir ini,” katanya.
Pangkormar juga meyakini kehadiran sekitar 1.000 personel Marinir di Sumbawa akan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian daerah melalui meningkatnya aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi.
“Kalau sudah berkeluarga, kali dua atau beranak kali tiga dan seterusnya. Sehingga perputaran ekonomi akan lebih cepat. Ini sama-sama menguntungkan buat wilayah Sumbawa dan juga buat Korps Marinir,” jelasnya.
Terkait target pembangunan, Letjen Endi menegaskan bahwa proyek tersebut tidak akan mengalami penundaan.
“Insyaallah pembangunan langsung tahun ini juga. Kita tidak akan menunda. Kita langsung tindak lanjuti berkas yang ada. Di samping surat berjalan, kita juga akan koordinasi langsung agar pembangunan Yonif 16 ini bisa segera mungkin,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengembangan kekuatan Korps Marinir di Sumbawa tidak hanya terbatas pada satu batalyon infanteri. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi bagian dari pengembangan kekuatan yang lebih besar.
“Insyaallah dari semua satuan ini bukan hanya infanteri. Karena nanti ke depan akan ada satu Pasmar atau satu divisi di Sumbawa ini, tergelar sampai Bima dan seterusnya,” pungkasnya.
Usai acara penandatanganan dan serah terima hibah lahan, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau langsung lokasi pembangunan Yonif Marinir 16 di kawasan SAMOTA. (Editorial)



























































































