Single News

Kementerian Kebudayaan Siapkan Revitalisasi Tiga Istana Bersejarah di Sumbawa

Liputansumbawa.id–Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia mulai mematangkan rencana revitalisasi tiga istana bersejarah peninggalan Kesultanan Sumbawa. Langkah tersebut ditandai dengan kunjungan Direktur Warisan Budaya Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Dr. Agus Widiatmoko, ke Istana Dalam Loka, Istana Bala Kuning, dan Istana Bala Putih.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Warisan Budaya didampingi Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bersama jajaran pemerintah daerah untuk meninjau langsung kondisi bangunan yang akan direvitalisasi.

Peninjauan dilakukan sebagai bagian dari penyusunan Detail Engineering Design (DED) sekaligus sinkronisasi data teknis sebelum program revitalisasi didukung melalui anggaran pemerintah pusat. Kementerian Kebudayaan menegaskan seluruh proses pemugaran akan mengedepankan prinsip pelestarian sehingga keaslian bangunan dan nilai sejarahnya tetap terjaga.

Di Istana Dalam Loka, tim meninjau kondisi konstruksi bangunan, struktur kayu, hingga sistem perlindungan terhadap potensi kebakaran. Bangunan bersejarah tersebut menjadi salah satu prioritas karena merupakan ikon budaya masyarakat Sumbawa.

Selanjutnya, Kementerian Kebudayaan juga meninjau Istana Bala Kuning. Revitalisasi di lokasi ini direncanakan mencakup penataan ruang pameran serta digitalisasi koleksi benda pusaka agar dapat menjadi pusat edukasi sejarah yang lebih representatif bagi masyarakat.

Sementara di Istana Bala Putih, yang sebelumnya mengalami kebakaran, Kementerian Kebudayaan menyiapkan dukungan terhadap penyelesaian restorasi bangunan dan penataan kawasan agar kembali berfungsi sebagai aset sejarah dan budaya Kabupaten Sumbawa.

Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, mengatakan ketiga istana tersebut merupakan satu kesatuan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi dan sangat langka di Indonesia.

Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali ekosistem kebudayaan di sekitarnya. Kawasan tiga istana itu nantinya diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata sejarah berbasis edukasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa, H. Mohamad Ansori, menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Kebudayaan terhadap pelestarian warisan budaya di daerah. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumbawa siap mendukung seluruh tahapan revitalisasi agar program tersebut dapat segera direalisasikan. (Mk)