Single News

Pemkab Sumbawa: Degradasi Hutan dan Krisis Air Perlu Menjadi Perhatian Bersama

Liputansumbawa.id–Pemerintah Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa persoalan degradasi hutan, menurunnya ketersediaan sumber mata air, serta ancaman perubahan iklim merupakan tantangan serius yang harus dihadapi secara bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.

Penegasan tersebut disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Rahman Ansori, saat membuka Dialog Publik bertajuk “Meneropong Kondisi Hutan Sumbawa” yang diselenggarakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumbawa melalui LAKPESDAM bekerja sama dengan Duta Eco-Sufism di SMA Negeri 4 Sumbawa, Sabtu (4/7/2026).

Dalam sambutannya, Rahman Ansori menyampaikan apresiasi kepada PC PMII Sumbawa atas inisiatifnya menggelar forum diskusi yang mengangkat isu pelestarian lingkungan. Menurutnya, keterlibatan organisasi kepemudaan dalam membangun kesadaran publik merupakan bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Sumbawa saat ini menghadapi berbagai persoalan lingkungan yang tidak dapat diabaikan. Degradasi kawasan hutan, menurunnya ketersediaan sumber mata air, meningkatnya potensi bencana seperti banjir dan longsor, serta dampak perubahan iklim menjadi tantangan yang memerlukan penanganan secara kolaboratif.

“Menjaga kelestarian hutan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi kepemudaan, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” tegas Rahman Ansori.

Menurutnya, keberhasilan dalam menjaga kelestarian lingkungan tidak dapat dicapai apabila hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat agar upaya pelestarian hutan dapat berjalan secara berkesinambungan.

Rahman juga menilai dialog publik seperti yang digelar PMII Sumbawa merupakan wadah yang efektif untuk menyatukan gagasan, memperkuat kepedulian masyarakat, sekaligus melahirkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, yakni Andi Kusmayadi dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Ketua Lembaga Olah Hidup Sumbawa Yani Sagara, serta Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Sumbawa, Ahyar.

Dialog berlangsung interaktif dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, pegiat lingkungan, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat. Berbagai isu mengemuka, mulai dari pengelolaan kawasan hutan, konservasi sumber daya alam, penguatan kebijakan lingkungan, hingga peran generasi muda dalam menjaga kelestarian alam.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta mengikuti aksi simbolis penanaman pohon sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian hutan Sumbawa. Aksi tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa pelestarian lingkungan memerlukan langkah nyata yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar menjadi wacana.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap upaya menjaga kelestarian hutan dapat semakin kuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. (Dn)