Liputansumbawa.id–Kepala Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Sumbawa, Ahyar, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kelestarian hutan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh tingkat kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik bertajuk “Meneropong Kondisi Hutan Sumbawa” yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumbawa melalui LAKPESDAM bekerja sama dengan Duta Eco-Sufism di SMA Negeri 4 Sumbawa, Sabtu (4/7/2026).
Dalam paparannya, Ahyar menjelaskan bahwa kawasan hutan di Kabupaten Sumbawa memiliki fungsi yang sangat vital sebagai penyangga kehidupan. Selain menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, hutan juga berperan menjaga keseimbangan ekosistem, melindungi daerah tangkapan air, serta mengurangi risiko terjadinya bencana alam.
Namun, menurutnya, pengelolaan kawasan hutan masih menghadapi berbagai tantangan. Aktivitas yang berpotensi merusak kawasan hutan serta rendahnya kesadaran sebagian masyarakat menjadi persoalan yang harus ditangani secara bersama.
“Pelestarian hutan tidak akan berhasil tanpa adanya kolaborasi. Kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan, sumber air, dan penyeimbang ekosistem,” ujar Ahyar.
Ia menegaskan bahwa KPH tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga kawasan hutan. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemerintah desa, organisasi masyarakat, akademisi, komunitas lingkungan, hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.
Menurut Ahyar, pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam upaya menjaga kelestarian hutan. Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi dan manfaat hutan, diharapkan kepedulian untuk menjaga kawasan hutan juga semakin kuat.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan dialog publik yang diinisiasi PMII Sumbawa. Forum tersebut dinilai menjadi wadah yang efektif untuk membangun kesadaran bersama sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Sumbawa.
Dialog publik berlangsung interaktif dengan menghadirkan peserta dari unsur pemerintah daerah, akademisi, pegiat lingkungan, mahasiswa, pelajar, serta masyarakat. Berbagai pertanyaan dan masukan disampaikan terkait pengelolaan kawasan hutan, konservasi sumber daya alam, hingga upaya meningkatkan peran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Sebagai bentuk komitmen nyata, kegiatan ditutup dengan aksi simbolis penanaman pohon yang diikuti seluruh narasumber dan peserta. Penanaman pohon tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga hutan tidak cukup hanya melalui diskusi, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ahyar berharap semangat kolaborasi yang terbangun dalam dialog publik tersebut dapat terus berlanjut, sehingga upaya pelestarian hutan di Kabupaten Sumbawa semakin kuat dan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, baik saat ini maupun di masa mendatang. (Dn)
SMAN 4 Sumbawa Dukung Edukasi Lingkungan, Dialog Publik Jadi Bekal Generasi Muda
Liputansumbawa.id–SMA Negeri 4 Sumbawa mendukung upaya peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda melalui pelaksanaan Dialog Publik bertajuk “Meneropong Kondisi Hutan Sumbawa” yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sumbawa melalui LAKPESDAM bekerja sama dengan Duta Eco-Sufism, Sabtu (4/7/2026).
Kepala SMA Negeri 4 Sumbawa, Supriadi, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan yang menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, pegiat lingkungan, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat.
Menurut Supriadi, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Pelajar perlu mendapatkan pemahaman sejak dini mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga kehidupan dan sumber daya alam yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena mampu memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kelestarian hutan dan lingkungan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Ia menilai sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik, termasuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Melalui kegiatan seperti dialog publik, kata Supriadi, para pelajar dapat memperoleh wawasan langsung dari para praktisi, akademisi, dan pemangku kebijakan mengenai kondisi hutan di Kabupaten Sumbawa serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestariannya.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam forum diskusi menjadi pengalaman yang berharga karena dapat menumbuhkan kepedulian sekaligus mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Dialog publik tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Sumbawa, serta Lembaga Olah Hidup Sumbawa. Berbagai materi yang disampaikan membahas kondisi hutan Sumbawa, pembangunan berkelanjutan, hingga pentingnya kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Selain sesi dialog, peserta juga mengikuti aksi simbolis penanaman pohon di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang mengajarkan bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya melalui teori, tetapi juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
Supriadi berharap kerja sama antara dunia pendidikan, pemerintah, organisasi kepemudaan, dan komunitas lingkungan dapat terus diperkuat agar semakin banyak kegiatan edukatif yang mampu membentuk generasi muda yang peduli terhadap kelestarian alam.
Ia meyakini bahwa kesadaran lingkungan yang ditanamkan sejak usia sekolah akan menjadi modal penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan sumber daya alam di Kabupaten Sumbawa. (Dn)



























































































