Liputansumbawa.id – Kabupaten Sumbawa mendapat alokasi pupuk bersubsidi sektor perikanan terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kuota mencapai 1.000 ton atau setara 1 juta kilogram.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan yang dibuka Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Pimpinan Pupuk Indonesia, Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Pangan, Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, jajaran Pemkab Sumbawa, camat, kepala desa, penyuluh, pemilik kios serta ratusan pembudidaya ikan se-Kabupaten Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan perikanan budidaya di Sumbawa.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa saya menyampaikan terima kasih. Kehadiran Bapak Direktur menjadi bukti nyata komitmen pemerintah pusat untuk pengembangan budidaya perikanan di Kabupaten Sumbawa,” ujar Bupati Jarot.
Menurutnya, dukungan pupuk bersubsidi menjadi kabar baik bagi pembudidaya ikan. Selama ini, kebutuhan pupuk untuk sektor perikanan masih bersinggungan dengan kebutuhan sektor pertanian.
“Alhamdulillah, Sumbawa mendapatkan kuota terbesar di Provinsi NTB. Pupuk bukan sekadar pelengkap, pupuk adalah kunci untuk menumbuhkan pakan alami berupa plankton. Kalau plankton ada, udang dan ikan di tambak tidak akan mati dan produktivitas akan naik,” jelasnya.
Bupati menjelaskan, penyaluran pupuk dilakukan melalui sistem digital dan elektronik untuk mencegah penyalahgunaan serta memastikan pupuk diterima pembudidaya yang telah terdata.
Ia meminta Dinas Kelautan dan Perikanan bersama para penyuluh mempercepat pendataan pembudidaya, terutama di wilayah pesisir yang belum masuk dalam data penerima.
“Jangan sampai kuota yang disiapkan tidak terserap karena data belum lengkap,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan pembudidaya agar penggunaan pupuk tetap mengikuti dosis yang tepat dan memperhatikan kelestarian lingkungan.
Sumbawa Dapat Kuota 1.000 Ton
Direktur Prasarana dan Sarana Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI, Egar Sadtopo, menyampaikan bahwa Sumbawa memperoleh alokasi terbesar dibandingkan kabupaten lain di NTB.
“Untuk Sumbawa ini paling besar, 1.000 ton sendiri. Kalau kabupaten lain 480 ton. Jadi ada 1.000 ton atau 1 juta kilogram yang bisa Bapak-Ibu manfaatkan,” ujar Egar.
Ia menyebut alokasi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan produksi perikanan sekaligus mendukung kesejahteraan pembudidaya.
Namun, pendataan pembudidaya masih menjadi perhatian. Dari total alokasi 1.000 ton, baru 99 pembudidaya yang tercatat sebagai penerima.
Karena itu, Egar mendorong para penyuluh mempercepat pendataan dan validasi agar alokasi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Mudah-mudahan yang belum mendaftarkan, rekan-rekan penyuluh sanggup memacu pendataan dan validasi sampai siap,” harapnya.
Egar menargetkan pupuk bersubsidi tersebut dapat tersalurkan dan dimanfaatkan pembudidaya pada Oktober mendatang. Jika kebutuhan meningkat seiring peningkatan produksi, tambahan alokasi dapat diusulkan untuk tahun berikutnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pupuk bersubsidi memberikan manfaat bagi pembudidaya, salah satunya pupuk Urea yang mendapatkan subsidi sehingga dapat ditebus dengan harga Rp1.800 per kilogram.
Sementara itu, Bupati Jarot turut menyoroti potensi besar wilayah pesisir Sumbawa, termasuk kawasan Teluk Saleh yang memiliki kekayaan biota laut dan potensi wisata bahari. Pengembangan sektor perikanan juga diharapkan tetap berjalan seiring dengan upaya menjaga ekosistem pesisir, termasuk melalui penanaman mangrove.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian teknis penyaluran pupuk bersubsidi serta pembagian doorprize kepada para peserta.
C/Fb: Kominfotiksandi Pemkab Sumbawa


























































































