Liputansumbawa.id—Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal meninjau pengerjaan ruas jalan Batu Dulang–Tepal, termasuk alih trase Pruak Brang Treng, Kamis (1/10/2026).
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur dan membuka konektivitas wilayah selatan Sumbawa.
Wabup menegaskan, peningkatan kemantapan jalan menjadi salah satu prioritas pemerintahan Jarot–Ansori selama lima tahun ke depan.
“Insya Allah hingga masa jabatan kami lima tahun ke depan, jalan mantap 80 persen di Kabupaten Sumbawa menjadi bagian prioritas janji Jarot–Ansori,” kata Ansori.
Ruas Batu Dulang–Tepal sepanjang 8,1 kilometer dikerjakan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) 2025–2026 dengan skema kontrak tahun jamak. Proyek ini menjadi bagian dari penanganan jaringan jalan strategis wilayah selatan yang menghubungkan Batu Dulang, Lenangguar, Teladan, Orong Telu hingga Batu Rotok.
Total jaringan jalan strategis tersebut mencapai sekitar 93 kilometer.
Ansori menyebut pembangunan konektivitas wilayah selatan akan terus dilanjutkan hingga ruas Tepal–Batu Rotok dan Teladan–Kelawis, sehingga jaringan jalan di kawasan lingkar selatan dapat terhubung.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga program-program lainnya maupun Program Strategis Nasional (PSN) terus mengalir dan dapat dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa dan Lombok mendapat perhatian yang sama. Ia juga menyampaikan, setiap pengaduan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur akan diverifikasi melalui Tim Reaksi Cepat Infrastruktur dalam waktu kurang dari 24 jam.
Untuk ruas Batu Dulang–Tepal, progres fisik hingga pertengahan 2026 dilaporkan mencapai sekitar 30 persen. Pekerjaan dengan anggaran sekitar Rp83 miliar tersebut ditargetkan rampung paling lambat November 2026.
Di sisi lain, kemantapan jalan Kabupaten Sumbawa tercatat meningkat dari sekitar 50 persen pada 2025 menjadi 54,11 persen pada Juni 2026.
Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dan provinsi terus berlanjut sehingga konektivitas wilayah selatan Sumbawa yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat dapat dipercepat. (MK)


























































































