Liputansumbawa.id—Sebuah rumah panggung milik Akhmadi Kaharuddin di RT 003 RW 001, Dusun Kalabeso A, Desa Kalabeso, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, ludes terbakar pada Kamis (15/10/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut menghanguskan bangunan rumah beserta seluruh isinya, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah yang sedang tidur saat kebakaran terjadi berhasil menyelamatkan diri.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, Pipin Shakti Bitongo, S.T., M.Eng., menyebutkan, pihaknya menerima informasi kebakaran dari masyarakat melalui Kepala Desa Kalabeso, Sirajuddin, sekitar pukul 00.45 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu 3 Zona Alas tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 01.00 WITA, disusul Regu 3 Zona Utan pada pukul 01.03 WITA.
“Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Zona Alas dan Zona Utan,” ujarnya.
Rumah yang sebagian besar berbahan kayu itu dengan cepat dilalap api hingga bangunan beserta isinya tidak dapat diselamatkan. Namun, berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran bersama masyarakat dan unsur terkait, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah warga lainnya.
Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu api yang merembet dari aktivitas pembakaran sampah. Meski demikian, penyebab tersebut masih sebatas dugaan sebagaimana tercantum dalam laporan kejadian.
Proses pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 02.30 WITA. Setelah memastikan api berhasil dipadamkan dan situasi terkendali, petugas kembali ke pos masing-masing pada pukul 02.45 WITA.
Selain personel Damkartan, penanganan kebakaran melibatkan Kepala Desa Kalabeso, personel PLN, anggota Polsek Buer, anggota Koramil Buer, serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada malam hari. Api yang tidak diawasi berpotensi merembet ke bangunan di sekitarnya, terlebih pada rumah panggung berbahan kayu yang mudah terbakar.
Tidak adanya korban jiwa menjadi hal yang patut disyukuri, meskipun pemilik rumah harus menanggung kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 juta. (MK)


























































































