Liputansumbawa.id—Kabupaten Sumbawa terus mendorong penguatan inovasi di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat penilaian inovasi daerah di tingkat nasional.
Sekretaris Pokja Inovasi dan Hilirisasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB, Baiq Dhani Sufia Hartati, ST., menyebut Sumbawa saat ini telah masuk kategori inovatif. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya laporan inovasi yang disampaikan oleh perangkat daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam Bimbingan Teknis Identifikasi Potensi Inovasi pada Perangkat Daerah dan Sosialisasi Inova-Hub di Hotel Kalola Sumbawa, Kamis (15/10/2026).
Menurut Baiq Dhani, penilaian inovasi daerah melalui Innovative Government Award (IGA) menjadi salah satu instrumen untuk menggambarkan perkembangan dan capaian inovasi pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, terdapat 25 indikator inovasi yang harus dilaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri sebagai bagian dari penilaian tersebut.
Baiq Dhani mengungkapkan, pada 2021 kondisi inovasi di NTB sempat berada pada posisi yang sangat rendah hingga tidak dapat dinilai. Namun, berbagai upaya pembenahan kemudian dilakukan untuk mendorong pemerintah daerah lebih aktif mengembangkan dan melaporkan inovasi.
Ia menilai, strategi Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui penyelenggaraan lomba inovasi daerah turut membuka ruang bagi OPD untuk melahirkan dan mengembangkan gagasan baru.
Melalui mekanisme tersebut, perangkat daerah yang sebelumnya belum memiliki inovasi terdorong untuk mulai mengidentifikasi potensi, menyusun program, serta mendokumentasikan praktik baik yang telah dilakukan.
Meski demikian, penguatan inovasi perlu terus dilanjutkan. Baiq Dhani berharap hasil lomba inovasi daerah dapat mendorong semakin banyak inovasi yang dilaporkan ke dalam sistem Innovative Government Award (IGA).
Ia juga mendorong kolaborasi antara Bapperida Sumbawa dan BRIDA NTB ditingkatkan agar pendampingan inovasi dapat menjangkau lebih banyak perangkat daerah.
Sementara itu, Sekretaris Bapperida Sumbawa, Dwi Rahayu, ST., MM., mengingatkan bahwa inovasi harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi kebutuhan penilaian.
Setiap inovasi, katanya, perlu memiliki data pendukung, dokumentasi pelaksanaan, serta keberlanjutan yang terintegrasi dalam perencanaan dan penganggaran perangkat daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Baiq Dhani Sufia Hartati menyampaikan materi tentang Inovasi Daerah Menuju Innovative Government Award. Narasumber lainnya, Khidir Wira Syabani, membawakan materi Penguatan Inovasi Daerah dengan contoh program edukasi wisata atau eduwisata.
Melalui kegiatan ini, Bapperida Sumbawa berharap perangkat daerah tidak hanya mampu mengidentifikasi inovasi yang telah berjalan, tetapi juga mengembangkan program yang berdampak, terdokumentasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. (MK)


























































































