Single News

Banyak Inovasi OPD Sumbawa Tak Terdokumentasi, Bapperida Dorong Pembenahan

Liputansumbawa.id—Berbagai inovasi pelayanan publik yang telah berjalan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Sumbawa dinilai belum terdokumentasi secara optimal. Akibatnya, praktik baik yang dilakukan di lapangan berpotensi tidak terhitung dalam penilaian inovasi daerah dan sulit dikembangkan lebih luas.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Identifikasi Potensi Inovasi pada Perangkat Daerah dan Sosialisasi Inova-Hub di Hotel Kalola Sumbawa, Kamis (15/10/2026).

Sekretaris Bapperida Sumbawa, Dwi Rahayu, ST., MM., menegaskan bahwa inovasi daerah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sejumlah perangkat daerah sebenarnya telah memiliki gagasan dan praktik baik. Namun, inovasi tersebut kerap tidak tercatat, tidak terdokumentasi dengan baik, serta belum didukung data yang memadai.

“Akibatnya, kerja keras Bapak Ibu tidak tergambar dalam penilaian, dan yang lebih penting, tidak dapat direplikasi atau dikembangkan lebih lanjut,” tegasnya di hadapan para peserta.

Dwi menjelaskan, bimtek tersebut difokuskan pada upaya mengenali, memetakan, dan menata kembali inovasi yang telah berjalan di setiap perangkat daerah, sekaligus menyiapkan dokumen pendukung untuk pelaporan.

Ia menekankan, inovasi tidak semata-mata diukur dari kecanggihan program atau banyaknya kegiatan yang dibuat. Hal terpenting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat, seperti pelayanan yang lebih cepat, mudah dijangkau, murah, dan transparan.

Karena itu, setiap inovasi harus berangkat dari persoalan nyata, terukur dengan data, serta berkelanjutan melalui integrasi ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran perangkat daerah, termasuk Renstra dan Renja.

Sementara itu, Kabid Riset dan Inovasi Bapperida Sumbawa, Arya Ningsih, Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mentransfer pengetahuan kepada perangkat daerah agar mampu mengidentifikasi potensi inovasi dari pekerjaan dan pelayanan yang selama ini dilakukan.

Menurutnya, tidak semua aparatur menyadari bahwa langkah perbaikan dalam pelayanan sehari-hari dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi daerah.

Bapperida juga menggandeng Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB untuk memberikan pendampingan. Melalui kegiatan ini, setiap OPD diharapkan dapat mengidentifikasi inovasi yang berpotensi dikembangkan dan diikutsertakan dalam lomba inovasi daerah.

Bapperida menegaskan akan terus mendampingi perangkat daerah untuk membangun ekosistem inovasi yang tumbuh dari bawah, saling dipelajari, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tana Samawa. (MK)