Single News

Curhatan Pelaku UMKM Samota di Tengah Sepinya Pembeli

Liputansumbawa.id—Di tengah wisata kuliner malam di sepanjang Jalan Samota, Kabupaten Sumbawa, Risa (20) terus setia menyajikan jajanan telur gulung hangat bagi para pengendara yang melintas.

Usaha kuliner sederhana yang ia rintis sejak 2024 lalu ini kini telah genap berjalan selama lebih dari tiga tahun, menjadi tumpuan penghasilannya sehari-hari.

Tanpa bantuan karyawan maupun sistem pembagian, Risa mengoperasikan lapak usahanya seorang diri dari sore hingga malam hari. Untuk menarik konsumen, ia hanya mengandalkan pembeli langsung yang lewat tanpa memanfaatkan strategi promosi digital.

Dari usahanya tersebut, Risa mampu mengantongi omset kotor harian sekitar Rp100.000 saat sepi hingga mencapai Rp500.000 pada momen-momen puncak.

Menariknya, Risa tidak dikenakan biaya sewa tempat di jalur strategis tersebut, melainkan hanya membayar iuran kontribusi kebersihan sampah sebesar Rp20.000 per bulan.

Meski begitu, perjalanan usaha Risa tak selalu mulus. Memasuki periode pertengahan hingga akhir Oktober 2026 ini, ia mengaku tingkat kunjungan pembeli cenderung menurun , fenomena penurunan omset yang kerap berulang setiap mendekati penghujung tahun.

Selain itu, seluruh modal awal usaha ini murni berasal dari tabungan pribadinya tanpa menyentuh pinjaman perbankan.

“Saya memodali sendiri usaha ini,” sebutnya, Selasa (20/10/2026).

Sejauh ini, keterlibatan instansi pemerintah daerah seperti Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup pun baru sebatas pendataan rutin pelaku usaha.

Walau harus menghadapi dinamika pasang surut penjualan, Risa tetap optimistis usahanya dapat terus bertahan, berkembang pesat, dan mampu menambah variasi menu jualan di masa depan. (Nic/Fit/Nay)