Liputansumbawa.id–Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, menutup Festival Anak Saleh se-Kabupaten Sumbawa, di halaman PAUD Islam Terpadu (IT) Insan Kalanis, Minggu (1/11/2026).
Ia menargetkan kegiatan ini harus menjadi agenda rutin pemerintah daerah dan masuk dalam kalender event Kabupaten Sumbawa. Bahkan, kegiatan tersebut diharapkan mendapat dukungan anggaran melalui APBD serta BAZNAS.
Bupati mengapresiasi penyelenggaraan festival yang diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai lembaga pendidikan. Sejumlah cabang lomba digelar, di antaranya tilawah Al-Qur’an, hafalan azan, pemilihan dai cilik (Pildacil), dan fashion show.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan anak, kata dia, tidak cukup hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi harus diimbangi pembentukan moral, akhlak, karakter, serta keimanan dan ketakwaan.
“Membangun manusia bukan hanya pintar dan cerdas. Yang paling penting adalah pembinaan karakter, moral, akhlak, dan iman. Ini yang kita dapatkan melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Karena itu, Bupati menilai Festival Anak Saleh perlu dilanjutkan dan dikembangkan dengan dukungan pemerintah daerah bersama BAZNAS.
“Saya kira ini akan menjadi program rutin kita ke depan. Bila perlu dimasukkan dalam salah satu kalender event Sumbawa. Juga akan kita upayakan masuk dalam anggaran APBD, ditambah dukungan dari BAZNAS,” tegasnya.
Ia menilai pembinaan karakter dan nilai keagamaan harus dimulai sejak anak berada di tingkat PAUD, TK, hingga sekolah dasar. Pembiasaan sejak dini akan menjadi bekal penting ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Selain memberikan pendidikan agama di sekolah, Bupati juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua di lingkungan keluarga. Menurutnya, perilaku orang tua merupakan contoh paling dekat dan cepat ditiru anak.
“Yang paling cepat ditiru anak-anak adalah perilaku orang tua. Bukan hanya perintah guru, tetapi ketika di rumah orang tua memberikan teladan yang baik, itulah yang akan lebih dahulu diikuti,” ungkapnya.
Ia mencontohkan kebiasaan membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat, bertutur kata santun, serta melakukan hal-hal positif di rumah sebagai bentuk pendidikan karakter yang efektif.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kesantunan dalam berbahasa dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, anak-anak akan tumbuh dengan kebiasaan yang baik apabila lingkungan keluarga memberikan contoh yang baik pula.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum mendapatkan penghargaan.
Ia meminta peserta yang meraih juara agar tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh piala, keikutsertaan dan keberanian tampil di atas panggung sudah menjadi prestasi tersendiri.
“Tampil di atas panggung sejak usia PAUD, TK, dan SD itu sudah menjadi modal luar biasa. Ini akan meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri anak-anak di masa depan,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi yayasan, panitia, para guru, ustaz dan ustazah, serta seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap pelaksanaan festival berikutnya dapat berlangsung lebih meriah dengan dukungan pemerintah daerah. (LS)


























































































