Liputansumbawa.id–Kepala Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Sahabuddin, membantah keras tudingan yang beredar di media sosial, khususnya Facebook, yang menyebut dirinya menyembunyikan D, terduga pelaku dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri.
Saat dihubungi Senin (13/7/2026), Sahabuddin menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dinilai sebagai fitnah yang merugikan dirinya maupun pemerintah desa.
“Saya tegaskan, tidak benar saya menyembunyikan saudara Dedi. Bahkan saya tidak pernah menerima surat panggilan dari Polres terkait dirinya,” kata Sahabuddin.
Ia mengungkapkan, sejak mengetahui D dicari aparat kepolisian, dirinya justru mendorong yang bersangkutan untuk mendatangi Polres Sumbawa dan memberikan keterangan.
“Bulan Juni 2026 saya dorong dia menghadap ke Polres. Dia kemudian datang ke Polres untuk memberikan keterangan. Setelah itu saya hanya mendapat informasi dari saudara bahwa dia sudah diamankan di Polres. Itu sebatas yang saya ketahui,” ujarnya.
Terkait korban, Sahabuddin membenarkan bahwa korban tersebut merupakan warga Desa Sepayung. Menurutnya, korban sejak bayi diasuh oleh neneknya, Darma bin Jidin, karena ibu kandungnya bekerja di Arab Saudi dan hingga kini belum kembali ke Indonesia.
“Korban memang tinggal di Sepayung sejak usia enam bulan bersama neneknya. Ibunya sampai sekarang belum pulang dari Saudi,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa D baru menetap di Desa Sepayung setelah korban lulus SMP. D diketahui resmi menjadi penduduk Dusun Sepayung Luar sekitar tiga tahun terakhir.
Sahabuddin mengaku heran karena persoalan tersebut lebih dulu ramai di media sosial, sementara pihak keluarga korban tidak pernah melaporkan atau menyampaikan informasi kepada pemerintah desa.
“Anak ini masih kerabat saya sendiri. Tapi sebelum ramai di media sosial, keluarga korban tidak pernah melapor kepada kami,” katanya.
Menurutnya, keluarga besar justru mendukung penuh proses hukum yang dilakukan kepolisian dan siap membantu apabila dibutuhkan.
“Kami keluarga sangat mendukung upaya hukum oleh kepolisian. Bahkan kami memfasilitasi kepolisian dalam penanganan kasus ini,” tegasnya.
Ia juga memastikan situasi di Desa Sepayung tetap kondusif dan tidak terjadi gejolak di tengah masyarakat.
“Di Sepayung tidak ada gejolak. Yang berkembang ini lebih banyak dipicu oleh permainan mantan istri D,” ujarnya.
Sahabuddin meminta pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan di media sosial untuk melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum mengunggah informasi yang dinilainya tidak sesuai fakta.
“Saya minta yang posting di Facebook klarifikasi dulu kepada saya supaya tidak salah. Saya tidak pernah terlibat, bahkan saya mendukung penuh kepolisian mengungkap kasus ini. Khusus akun Facebook Ucy Epul, saya akan laporkan karena telah mencemarkan nama baik saya,” katanya.
Di sisi lain, Sahabuddin juga mengaku pihak keluarga menduga korban saat ini disembunyikan oleh mantan istri Dedi bersama anaknya. Dugaan tersebut, menurutnya, diharapkan dapat menjadi perhatian penyidik dalam proses pengungkapan kasus.(Mk)


























































































