Single News

Diduga Konflik Pilkades, Saudara Sepupu Jadi Korban Penganiayaan

Liputansumbawa.id—Suasana pasca-Pilkades di wilayah perbatasan Sumbawa-Dompu memanas, tepatnya di Desa Labuhan Pidang Kecamatan Tarano. Bentrok melibatkan senjata tajam terjadi pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Seorang pria bernama Zakariah mengaku menjadi sasaran penyerangan hingga mengalami luka pada bagian tangan dan belakang telinga.

Keributan itu disebut terjadi di kawasan cafe pribadi di perbatasan Sumbawa-Dompu. Zakariah mengaku awalnya hanya sedang berbincang dan karaoke bersama sejumlah temannya.

Sekitar pukul 02.00 Wita, Zakariah mengaku merasa lemas dan memilih beristirahat hingga tertidur.

Namun, suasana berubah ketika ED, yang disebutnya sebagai adik mantan Kepala Desa Labuhan Pidang, datang dan meminta dirinya keluar dari cafe.

Zakariah mengaku sempat mempertanyakan alasan dirinya diusir. Menurutnya, cafe tersebut merupakan milik mantan istrinya yang hingga kini belum resmi bercerai.

Zakariah menyebut ED mengeluarkan pedang dari dalam ruang karaoke. Merasa terancam, ia mengaku turut mengeluarkan parang yang kebetulan dibawanya.

“Begitu dia cabut pedang, saya juga cabut parang,” kata Zakariah.

Situasi semakin genting setelah SY, yang disebut Zakariah sebagai mantan Kepala Desa Labuhan Pidang, datang ke lokasi.

Zakariah mengaku dirinya kemudian dikerumuni. Senjata yang dibawanya bahkan disebut ditarik oleh seseorang yang berusaha melerai keributan.

Dalam kondisi tersebut, Zakariah mengklaim tangannya terkena sabetan senjata tajam.

“SY membacok tangan saya. Tidak terlalu parah, tapi ada bekas bacokan,” ujarnya.

Zakariah kemudian memilih mundur dari lokasi dan menuju cafe miliknya yang berjarak sekitar 100 meter.

Namun, ia mengaku persoalan justru berlanjut. Sejumlah orang disebut kembali mendatanginya. Zakariah mengklaim cafe miliknya kemudian dirusak. Ia juga mengaku dipukul pada bagian belakang telinga.

“Saya tidak melawan karena mereka membawa senjata tajam,” katanya.

Dalam kondisi tersebut, Zakariah memilih melapor ke Polsek Empang sekitar pukul 03.00 Wita.

Ia menyebut polisi kemudian datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 06.00 Wita.

Di balik bentrok tersebut, Zakariah menduga tensi politik Pilkades menjadi salah satu pemicunya.

Ia menegaskan tidak memiliki persoalan pribadi dengan pihak-pihak yang disebut terlibat. Bahkan, menurutnya, mereka masih memiliki hubungan keluarga.

Namun, perbedaan dukungan politik dalam Pilkades disebutnya berpotensi menjadi latar belakang memanasnya hubungan.

“Mereka sepupuan dengan saya, tapi mendukung Pak Rizal yang menjadi pemenang Pilkades,” ungkap Zakariah.

Kapolsek Empang, AKP Abdul Muis Tajudin yang dikonfirmasi membenarkan adanya laporan pengaduan dari korban. Pihaknya telah mengecek Tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu pagi.

“Benar sudah ada pengaduannya. Kami akan segera memanggil terlapor dan memeriksa para saksi,” sebutnya. (MK)