Liputansumbawa.id – Kabar membanggakan datang dari dunia sepak bola Sumbawa. Dua pemain muda, Riski Mulejati dan M. Fajri Alfarizzy Putra Lamenta, berhasil lolos bergabung dengan Tim Elite Pro Academy (EPA) Bali United U-16 untuk musim kompetisi 2026/2027.
Keduanya mengawali perjalanan sepak bola dari SSB Bintaro Tarano. Setelah itu, Riski dan Fajri memilih melanjutkan pembinaan sepak bola ke luar daerah dengan bergabung bersama Bali United Mataram.
Keputusan tersebut tentu tidak mudah. Mereka harus meninggalkan orang tua dan keluarga demi mengejar cita-cita menjadi pemain sepak bola profesional.
Selama kurang lebih dua tahun berada di Bali United Mataram, keduanya menjalani latihan secara rutin dan terarah. Tidak hanya kemampuan bermain bola yang diasah, tetapi juga kedisiplinan, mental dan karakter sebagai seorang atlet.
Proses pembinaan tersebut dilakukan di bawah arahan pelatih Bali United Mataram, Antonius Lao.
Menurut Antonius Lao, proses yang dijalani para pemain muda membutuhkan kerja keras dan kedisiplinan. Salah satu tujuan pembinaan tersebut adalah mempersiapkan pemain agar mampu bersaing dan masuk ke level Elite Pro Academy.
Kerja keras Riski dan Fajri akhirnya membuahkan hasil. Setelah menjalani trial selama dua bulan, keduanya dinyatakan lolos dan masuk dalam Tim EPA Super League Bali United U-16 musim 2026/2027.
Bagi kedua pemain muda tersebut, keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam perjalanan mereka mengejar cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Sementara itu, M. Fajri Alfarizzy Putra Lamenta merupakan putra dari MS Suhud. Keberhasilan Fajri dan Riski juga menjadi kebanggaan bagi keluarga serta masyarakat Sumbawa.
Mengenal Elite Pro Academy
Elite Pro Academy atau EPA merupakan kompetisi sepak bola usia muda yang diikuti tim-tim junior dari klub profesional di Indonesia.
Kompetisi ini menjadi salah satu wadah bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menjalani pembinaan secara lebih terarah.
EPA memiliki beberapa kelompok usia, termasuk U-16, U-18 dan U-20. Dari kompetisi inilah para pemain muda diharapkan bisa berkembang dan memiliki kesempatan untuk melanjutkan karier ke level profesional.
Untuk musim 2026/2027, Riski dan Fajri mendapatkan kontrak selama satu tahun bersama Bali United U-16.
Selama menjalani pembinaan, mereka mendapatkan fasilitas secara gratis. Karena masih berstatus pemain di bawah umur, keduanya belum mendapatkan gaji.
Perjalanan Riski dan Fajri menjadi bukti bahwa pemain muda dari Sumbawa memiliki kesempatan untuk bersaing di level nasional. Dengan latihan, disiplin dan kemauan untuk terus belajar, mereka kini selangkah lebih dekat dengan impian menjadi pesepak bola profesional. (LS)


























































































