Single News

Percikan Api Saat Isi Bensin, Rumah dan Bengkel di Labuan Kuris Ludes Terbakar, Kerugian Diperkirakan Rp300 Juta

Liputansumbawa.id–Suasana sore yang semula tenang di Dusun Ai Mual, Desa Labuan Kuris, Kecamatan Lape, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api melalap sebuah rumah sekaligus bangunan bengkel milik warga pada Jumat (12/6/2026).

Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.54 WITA itu menghanguskan rumah milik Beni Agustiawan dan turut berdampak pada rumah milik Yuli Permatasari yang berada di sekitarnya.

Informasi yang dihimpun dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa menyebutkan, laporan pertama diterima dari warga setempat. Mendapat informasi tersebut, personel Satgas 3 Damkartan Mako langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah membesar dan membakar bangunan rumah batu beserta sejumlah barang berharga di dalamnya. Kobaran api yang cepat menjalar sempat mengancam bangunan lain di sekitar lokasi.

Namun berkat kerja cepat petugas Damkartan yang dibantu warga, aparat kecamatan, Bhabinkamtibmas, serta pihak PLN, api berhasil dikendalikan sebelum merembet lebih luas.

“Petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Berkat kesigapan personel dan dukungan masyarakat, api berhasil dicegah agar tidak meluas ke bangunan lain,” ungkap Kadis
Damkartan Kabupaten Sumbawa, Sahabuddin.

Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh percikan api las yang menyambar saat istri pemilik bengkel sedang mengisi bensin ke dalam botol. Percikan tersebut kemudian mengenai sepeda motor dan material mudah terbakar yang berada di dalam bangunan hingga memicu kebakaran besar.

Akibat kejadian itu, satu bangunan dilaporkan habis terbakar. Sejumlah barang berharga juga ikut musnah, di antaranya satu unit televisi, satu lemari es, tiga lemari, dua kipas angin, serta berbagai dokumen dan berkas penting milik korban.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.
Setelah hampir satu jam melakukan pemadaman, petugas akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya pada pukul 19.28 WITA.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menangani bahan bakar di sekitar sumber panas maupun percikan api guna mencegah terjadinya musibah serupa. (LS)