Liputansumbawa.id—Program Merdeka Universitas Teknologi Sumbawa (PROMER UTS) bersama Pemerintah Desa Semamung resmi meluncurkan program Semamung Rame Barema (SEMAMUNG RAMBA) di Bale Kawa, Desa Semamung, Minggu (11/10/2026).
Program ini menjadi langkah kolaboratif dalam menghadirkan ruang aktivitas masyarakat yang berorientasi pada penguatan literasi, pelestarian budaya lokal, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
SEMAMUNG RAMBA dirancang sebagai kegiatan rutin setiap Minggu pagi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, meliputi senam pagi bersama, pojok literasi, permainan tradisional, dan bazar makanan.
Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadikan Bale Kawa sebagai ruang publik yang hidup, inklusif, dan produktif, sekaligus memperkuat interaksi sosial serta partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
Ketua PROMER UTS, Adriliano, menyampaikan bahwa peluncuran SEMAMUNG RAMBA merupakan bagian dari upaya mendorong pembangunan desa melalui pendekatan partisipatif dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses pembangunan.
“SEMAMUNG RAMBA tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar agenda mingguan. Kami ingin menghadirkan ruang yang mampu mempertemukan masyarakat melalui literasi, budaya, kesehatan, dan ekonomi lokal. Sebab, pembangunan desa bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga tentang membangun kesadaran, memperkuat solidaritas, dan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama,” ungkap Adriliano.
Ia juga berharap kolaborasi antara PROMER UTS dan Pemerintah Desa Semamung dapat terus berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasa memiliki dan terlibat aktif dalam menjaga keberlangsungannya.
Sementara itu, Kepala Desa Semamung, Mustaid, NL. P, menyambut baik peluncuran SEMAMUNG RAMBA sebagai salah satu upaya menghidupkan aktivitas sosial dan potensi lokal desa.
Program ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinteraksi, mengembangkan kreativitas, melestarikan permainan tradisional, serta memperluas peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal melalui kegiatan bazar.
Pemerintah Desa Semamung juga diharapkan terus memperkuat dukungan terhadap program ini agar dapat berkembang menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah desa, mahasiswa, dan masyarakat menjadi unsur penting dalam menciptakan kegiatan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi dalam jangka panjang,” ungkap Kades Semamung.
Peluncuran SEMAMUNG RAMBA menjadi langkah awal untuk membangun ruang kebersamaan yang berangkat dari potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Semamung. Melalui semangat rame barema atau ramai bersama, program ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya literasi, menghidupkan kembali permainan tradisional, mendorong pola hidup sehat, dan memperkuat ekonomi kerakyatan. (MK)


























































































