Single News

SMAN 1 Sumbawa Besar Borong Prestasi Nasional, Tembus Parlemen Remaja hingga Ajang STEM

Liputansumbawa.id—SMA Negeri 1 Sumbawa Besar kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sejumlah siswanya berhasil menembus berbagai ajang bergengsi, mulai dari Duta SMA, Parlemen Remaja DPR RI, pelatihan sains dan teknologi di Amerika Serikat, hingga Kuis Ki Hajar Merdeka Menjawab.

Capaian tersebut menjadi hasil pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara intensif oleh guru dan pihak sekolah. Prestasi ini sekaligus membuka peluang bagi siswa SMAN 1 Sumbawa Besar untuk bersaing lebih jauh, termasuk di tingkat internasional.

Guru pembimbing SMAN 1 Sumbawa Besar, Irawan Saputra, S.Pd., kepada media ini, Senin (12/10/2026), mengungkapkan, terdapat empat capaian utama yang berhasil diraih siswanya melalui sejumlah kompetisi dan program pengembangan pelajar.

Prestasi pertama diraih melalui ajang pemilihan Duta SMA tingkat nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Di tengah persaingan peserta dari berbagai daerah, SMAN 1 Sumbawa Besar berhasil meloloskan dua pasangan putra dan putri bersama perwakilan dari Mataram. Capaian ini juga mempertahankan keberhasilan serupa yang diraih pada tahun sebelumnya.

Prestasi berikutnya datang dari ajang Parlemen Remaja yang diselenggarakan DPR RI. SMAN 1 Sumbawa Besar tercatat berhasil meloloskan siswa ke tingkat nasional selama tujuh tahun berturut-turut, mewakili daerah pemilihan NTB 1.

Bahkan, pada 2023, dua kuota perwakilan Pulau Sumbawa berhasil diraih seluruhnya oleh siswa sekolah tersebut.

Melalui program ini, para siswa terpilih berkesempatan mengikuti simulasi kegiatan parlemen bersama DPR RI. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi siswa untuk memahami proses demokrasi, legislasi, serta peran lembaga perwakilan rakyat.

Di bidang sains dan teknologi, siswa SMAN 1 Sumbawa Besar, Nolan Biotoya, berhasil masuk dalam 75 peserta terbaik se-Indonesia pada program pelatihan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang melibatkan kerja sama Indonesia dengan organisasi nonpemerintah Amerika Serikat.

Nolan berhasil melewati persaingan dari sekitar 5.000 pendaftar melalui tahapan seleksi yang mencakup kemampuan bahasa Inggris, penulisan esai, serta pemahaman penerapan STEM.

Saat ini, persiapan terus dilakukan agar Nolan dapat melanjutkan kiprahnya hingga tingkat internasional dan berkesempatan mewakili Indonesia.

Prestasi lainnya datang dari ajang Kuis Ki Hajar Merdeka Menjawab yang diselenggarakan Telkomsel. Setelah meraih Juara III Nasional pada musim kelima 2024, SMAN 1 Sumbawa Besar kembali menunjukkan kemampuannya dengan menjadi sekolah terbaik NTB 1 pada seleksi regional Bali Nusra.

Tim yang diperkuat Qotri, Raja, dan Ajam dijadwalkan bertolak ke Jakarta untuk mengikuti babak semifinal dan final pada 20–23 Oktober 2026, dengan pendampingan langsung dari Irawan Saputra.

Capaian tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk kembali bersaing di tingkat nasional sekaligus memperkuat rekam jejak prestasi sekolah.

Irawan menegaskan, pembinaan siswa dalam mengikuti perlombaan harus memiliki target yang jelas. Menurutnya, pengalaman memang penting, tetapi kompetisi harus dijalani dengan kesungguhan untuk meraih kemenangan.

“Kerja itu harus cari juara. Beda kalau ikut seminar, kita harus dapat ilmu. Tapi kalau ikut lomba, targetnya harus juara,” tegasnya.

Ia mengatakan, target kemenangan tidak berarti mengabaikan hasil akhir. Namun, sebelum keputusan juri ditetapkan, siswa harus berjuang maksimal dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Untuk mencapai target tersebut, Irawan menerapkan pola pembinaan yang menekankan kedisiplinan, pendampingan intensif, serta pendekatan personal kepada siswa. Waktu pembinaan dimanfaatkan secara maksimal, baik melalui pertemuan langsung maupun komunikasi melalui media digital.

“Setiap waktu yang ada akan sangat dimaksimalkan, baik lewat tatap muka, lewat media, maupun WhatsApp. Pembimbingan intensif tetap saya lakukan secara rinci,” jelasnya.

Selain aspek akademik dan teknis, ia juga memperhatikan kondisi psikologis siswa. Salah satunya dengan mengajak mereka berjalan-jalan sebelum menghadapi kompetisi agar tidak jenuh dan tetap percaya diri.

Memasuki tahun kesepuluh sebagai guru, Irawan mengaku kebahagiaan terbesar dalam profesinya adalah melihat siswa berkembang dan berhasil meraih cita-cita.

“Tidak ada kenikmatan yang bisa diukur dengan apa pun selain melihat siswa kita sukses,” ungkapnya.

Ia berharap para siswa tidak hanya mampu meraih prestasi lebih tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas.

“Jauh lebih baik daripada saya, jauh lebih baik daripada gurunya. Yang paling penting adalah bisa jujur, amanah, dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (Ek)