Single News

Urusan Stunting, Wabup Sumbawa Soroti Kontribusi PT. AMNT

Liputansumbawa.id–Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyoroti belum adanya respons PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terhadap proposal Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mendukung program penanganan stunting.

Padahal, prevalensi stunting di daerah ini meningkat menjadi 29,8 persen pada 2024, dengan 3.225 balita tercatat mengalami stunting hingga Triwulan I 2026.

“Proposal untuk program penuntasan kasus stunting di Kabupaten Sumbawa hingga Minggu (25/10/2026) belum direspons,” tegas Ansori di hadapan para wartawan.

Menurut Ansori, persoalan stunting membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk dunia usaha. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri menghadapi persoalan yang berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa mencapai 29,8 persen, naik dibandingkan 24,7 persen pada 2023. Sementara itu, data Dinas Kesehatan mencatat 3.225 balita mengalami stunting hingga Triwulan I 2026.

“Kami berharap kolaborasi semua pihak, baik dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat, perorangan, media hingga seluruh elemen masyarakat, termasuk kontribusi nyata PT Amman dalam membantu menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Ansori berharap AMNT turut mengambil bagian dalam penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, dukungan perusahaan diperlukan agar intervensi terhadap ribuan balita yang mengalami stunting dapat berjalan lebih optimal.

Sorotan tersebut juga mengemuka karena AMNT pernah menerima piagam penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada Juli 2024 atas partisipasi dan dukungannya terhadap program percepatan penurunan stunting.

Di sisi lain, AMNT diketahui memiliki program penanganan stunting di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, proposal yang diajukan Pemkab Sumbawa untuk mendukung penanganan stunting di wilayahnya hingga kini belum mendapat respons, berdasarkan keterangan Ansori.

Pemerintah daerah berharap perusahaan tersebut dapat memperluas kontribusinya melalui kolaborasi lintas wilayah, sehingga penanganan stunting di Pulau Sumbawa dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.

Dalam kesempatan itu, Ansori juga menekankan peran pers dalam mengawal persoalan stunting. Media dinilai penting untuk menyampaikan kondisi di lapangan sekaligus mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak AMNT terkait pernyataan Wakil Bupati Sumbawa tersebut.

Pemkab Sumbawa berharap proposal yang telah diajukan segera mendapat respons agar dukungan terhadap program penanganan stunting dapat direalisasikan dan menjangkau balita yang membutuhkan intervensi. (MK)