Liputansumbawa.id – Harapan masyarakat di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Sumbawa untuk menikmati akses listrik semakin dekat. Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama PT PLN (Persero) tengah mempercepat dukungan untuk memastikan Program Listrik Desa (Lisdes) APBN 2026 dapat berjalan sesuai target.
Penyalaan listrik di sejumlah wilayah sasaran ditargetkan mulai dilakukan pada awal Januari 2027, setelah pembangunan jaringan dan dukungan akses menuju lokasi terpencil rampung.
Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi percepatan dukungan akses jalan antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan PT PLN (Persero) UP2K NTB di Ruang Rapat Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan perencanaan PLN, Program Lisdes APBN 2026 di Kabupaten Sumbawa mencakup pembangunan 42,90 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM) dan 12,02 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR).
Program tersebut juga mencakup penyediaan kapasitas trafo sebesar 850 kVA dengan target pelayanan kepada 426 calon pelanggan.
Namun, tantangan geografis masih menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Sejumlah lokasi di Kecamatan Batu Lanteh membutuhkan dukungan pembukaan maupun perbaikan akses jalan agar material pembangunan jaringan listrik dapat didistribusikan ke lokasi.
Manajer Lisdes Provinsi NTB, Hendra M. Andika, menyebut sejumlah titik yang membutuhkan dukungan tersebut berada di Dusun Musuk dan Dusun Tangkam Pulit, Desa Tangkam Pulit; Dusun Batu Rotok, Desa Batu Rotok; Dusun Baodesa, Desa Baodesa; Dusun Baktijaya, Desa Mungkin; serta Dusun Maremega, Desa Marente.
Sementara itu, pekerjaan Lisdes di wilayah Pusu dan Tepal dilaporkan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Pemkab Sumbawa pun diminta memastikan persoalan akses jalan tidak menjadi hambatan bagi pelaksanaan pembangunan jaringan listrik di wilayah-wilayah tersebut.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyambut baik upaya PLN memperluas akses listrik hingga ke wilayah pelosok. Menurutnya, kondisi geografis sejumlah kawasan di Sumbawa memang menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan, sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor.
Karena itu, Bupati menginstruksikan perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti kebutuhan akses di lapangan, termasuk mengerahkan alat berat pada titik-titik yang menjadi kendala.
“Saya perintahkan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti dan mendukung program ini. Ikuti irama program dari PLN, jangan sampai persoalan akses jalan menjadi penghambat masyarakat kita dalam menikmati hak dasar berupa energi listrik,” tegas H. Jarot.
Menurut Bupati, dukungan pemerintah daerah harus berjalan seiring dengan tahapan pekerjaan PLN. Dengan begitu, pembangunan jaringan listrik di wilayah sasaran dapat diselesaikan sesuai target dan segera dimanfaatkan masyarakat.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, penyalaan listrik di sejumlah wilayah terpencil tersebut diharapkan menjadi salah satu momentum istimewa dalam menyambut HUT Kabupaten Sumbawa ke-68 mendatang.
Program Lisdes ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas pemerataan akses energi, khususnya bagi masyarakat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan layanan listrik akibat kondisi geografis dan akses wilayah.
C/Fb: Prokopim Sumbawa


























































































