Single News

Cuaca Ekstrem Mengamuk, 11 Kecamatan Terdampak

Liputansumbawa.id–Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang mengamuk di Kabupaten Sumbawa. Akibatnya, 11 kecamatan dilanda bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung. Ribuan warga terdampak, puluhan fasilitas umum rusak, Jumat (23/1/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Budi Prasetiyo, menyebut data BPBD mencatat bencana terjadi secara meluas dan berdampak serius terhadap permukiman, fasilitas publik, serta infrastruktur.

“Dampak terparah terjadi di Kecamatan Tarano. Sebanyak 762 kepala keluarga atau 2.017 jiwa terdampak,” tegasnya.

Di wilayah tersebut, banjir merendam rumah warga, Tempat Pemakaman Umum (TPU), dua PAUD, satu SD, Rumah Dataku, lahan pertanian seluas 67 hektare, serta tambak seluas 60 hektare.

Bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Moyo Hilir, Maronge, Empang, dan Labuhan Badas. Di Labuhan Badas, banjir menggenangi Dusun Karang Padak dan Dusun Kauman, Desa Labuhan Sumbawa, dengan 94 kepala keluarga atau 376 jiwa terdampak.

Di Kota Sumbawa Besar, banjir melanda Kelurahan Pekat, Seketeng, Uma Sima, Brang Biji, dan Lempeh. Sebanyak 50 unit rumah tergenang, dengan total 55 kepala keluarga atau 120 jiwa terdampak.

Selain banjir, longsor dan ambruknya penahan tebing terjadi di sejumlah titik dan sempat memutus akses jalan di Kelurahan Brang Biji. Angin kencang juga merusak tiga bangunan sekolah dan Balai Pertemuan Desa di Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh.

Kerusakan rumah warga akibat angin kencang turut dilaporkan di Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer, serta di Desa Luk, Kecamatan Rhee.

Pemkab Sumbawa mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan meminta pemerintah desa segera melaporkan setiap kejadian bencana maksimal 24 jam setelah kejadian agar asesmen dan penanganan dapat segera dilakukan. (LS)