Sumbawa Besar, Liputansumbawa.id — Suasana penuh kehangatan terasa di Halaman Kantor Bupati Sumbawa saat Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Halal Bihalal 1447 H/2026 M. Momen pasca Idul Fitri ini bukan sekadar ajang temu, tetapi menjadi ruang untuk kembali merajut kebersamaan yang mungkin sempat terputus.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, hingga para tokoh agama, adat, dan masyarakat. Semua larut dalam nuansa silaturahmi yang akrab dan penuh makna.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, mengajak seluruh hadirin untuk memaknai Halal Bihalal lebih dari sekadar tradisi tahunan. Baginya, ini adalah momentum untuk saling membuka hati, memaafkan, dan memperkuat ikatan sosial. Ucapan “minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin” pun disampaikannya dengan tulus, mewakili pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran pemerintah daerah.
Namun, di balik suasana hangat tersebut, Bupati Jarot mengingatkan bahwa daerah masih menghadapi berbagai ujian. Bencana banjir bandang di Kecamatan Ropang dan kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas. Duka mendalam juga dirasakan atas gugurnya seorang petugas pemadam kebakaran saat bertugas. Peristiwa-peristiwa ini, menurutnya, harus semakin menguatkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, Bupati juga menyinggung tantangan global yang berimbas hingga ke daerah, terutama terkait potensi gangguan pasokan energi. Meski demikian, berdasarkan informasi dari Pertamina, stok BBM di Kabupaten Sumbawa masih dalam kondisi aman. Saat ini, suplai sekitar 1.100 kiloliter Pertalite dan 2.000 kiloliter Bio Solar tengah berjalan, dengan distribusi harian yang masih mencukupi kebutuhan masyarakat untuk beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah pun telah memastikan tambahan pasokan dalam waktu dekat. Pada 1–2 April 2026, dijadwalkan masuk suplai sekitar 2.000 kiloliter Bio Solar dan 1.000 kiloliter Pertalite guna menjaga stabilitas distribusi energi di Sumbawa.
Meski stok relatif aman, Bupati Jarot tetap menekankan pentingnya langkah antisipatif melalui penghematan energi. Salah satu ajakan yang cukup menarik perhatian adalah imbauan kepada seluruh ASN untuk mulai membiasakan bersepeda ke kantor. Selain menghemat BBM, kebiasaan ini juga diyakini mampu mendorong gaya hidup sehat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
“Gunakan energi seperlunya dan hindari pemborosan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, hikmah Halal Bihalal yang disampaikan oleh Ustadz Madroni, S.Pd.I., menambah kedalaman makna acara. Ia menekankan bahwa saling memaafkan merupakan inti dari Idul Fitri, sebagaimana hadits Nabi yang menyebutkan bahwa orang-orang yang saling berjabat tangan dan memaafkan akan diampuni dosa-dosanya.
Menutup sambutannya, Bupati Jarot mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal memperbaiki kinerja. Ia menekankan pentingnya kerja yang cepat, cerdas, dan terukur, dengan hasil nyata yang bisa dirasakan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan yang kembali terjalin, optimisme pun menguat bahwa Sumbawa akan terus melangkah menuju daerah yang unggul, maju, dan sejahtera. (Editor)








































































