Single News

Direktur RSUD Sumbawa: Jika Mandiri, APBD Bisa Fokus untuk Kebutuhan Lain

Liputansumbawa.id—Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, menegaskan target besar manajemen rumah sakit saat ini adalah mewujudkan RSUD Sumbawa yang mandiri secara operasional tanpa bergantung pada APBD.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan proses dan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat.

“Kita ingin operasional rumah sakit bisa dibiayai dari pendapatan sendiri sehingga tidak bergantung terus pada APBD. Mungkin butuh waktu dua sampai tiga tahun ke depan,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut akan lebih mudah diwujudkan apabila seluruh layanan rumah sakit sudah terpusat di satu lokasi.

Saat ini, operasional dua lokasi masih menjadi salah satu persoalan utama yang membuat efisiensi sulit dilakukan.

Selain keterbatasan ruang pelayanan, kondisi itu juga membuat biaya operasional meningkat cukup besar setiap tahunnya.

Meski demikian, pihak rumah sakit terus melakukan pembenahan internal, mulai dari peningkatan kompetensi SDM, konsolidasi organisasi hingga perbaikan sistem remunerasi tenaga kesehatan.

“Yang bisa saya lakukan adalah memperbaiki kinerja, meningkatkan keahlian staf, memotivasi melalui remunerasi dan pelatihan,” katanya.

Ia mengibaratkan kesiapan RSUD Sumbawa seperti tim yang sedang mempersiapkan pemain untuk menyambut dukungan pemerintah pusat.
“Pusat sudah siapkan bolanya, tinggal kita siapkan lapangannya,” ujarnya.

dr. Mega Harta juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menjanjikan hibah alat kesehatan senilai Rp115 miliar untuk mendukung proyek pelayanan kesehatan di RSUD Sumbawa.

Karena itu, ia berharap masyarakat lebih memanfaatkan layanan RSUD Sumbawa sebagai rumah sakit milik daerah.

“Kalau RSUD ini mandiri, yang diuntungkan masyarakat Sumbawa juga. APBD nantinya bisa dipakai untuk kebutuhan lain,” pungkasnya. (LS).