Liputansumbawa.id–Wakil Bupati Sumbawa, Drs. h.
H. Mohamad Ansori, mendorong Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumbawa untuk mengambil peran yang lebih strategis dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Mohamad Ansori saat menghadiri pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) X GP Ansor Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Hotel Suci Sumbawa, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, organisasi kepemudaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan terima kasih atas terlaksananya Konfercab sebagai bagian dari kaderisasi organisasi yang harus terus berjalan sehingga estafet kepemimpinan dapat dilanjutkan,” ujarnya.
Mohamad Ansori yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Tanfidziah Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumbawa mengatakan, keberadaan kader NU, Ansor maupun PMII telah memberikan kontribusi di berbagai sektor pembangunan. Karena itu, sinergi antara organisasi kemasyarakatan dengan pemerintah perlu terus diperkuat.
Ia menilai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda tidak dapat diselesaikan hanya oleh aparat penegak hukum semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan organisasi kepemudaan untuk melakukan pembinaan serta pengawasan di lingkungan masing-masing.
“Tidak mungkin permasalahan pemuda bisa diselesaikan dengan polisi saja. Perlu kolaborasi dengan rakyat, seperti persoalan narkoba,” tegasnya.
Menurut Ansori, maraknya penyalahgunaan narkoba yang belakangan terjadi harus menjadi perhatian bersama. Sebagai organisasi yang mayoritas beranggotakan generasi muda, GP Ansor dinilai memiliki posisi strategis untuk mengawal dan membina anak-anak muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkotika.
Ia bahkan mendorong GP Ansor untuk menginisiasi berbagai program pembinaan kepemudaan, termasuk kegiatan retret atau pembentukan karakter yang dapat dilaksanakan melalui kerja sama dengan Polri dan instansi terkait lainnya.
“Ansor rata-rata masih muda. Ini menjadi kekuatan untuk mengawal generasi muda, terutama dalam menghadapi persoalan narkoba. Kalau Ansor bisa melaksanakan retret anak muda bekerja sama dengan Polri dan aparat lainnya, tentu akan sangat baik,” katanya.
Lebih lanjut, Ansori berharap kaderisasi yang terus dilakukan GP Ansor dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kepedulian sosial, serta semangat kebangsaan yang kuat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh agama, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Kabupaten Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
“Kalau semua kita bangun dan berkolaborasi dengan pemerintah, insya Allah generasi muda bisa bersama-sama menjadikan masyarakat Sumbawa unggul, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya menciptakan daerah yang bebas dari narkoba merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Inilah kepentingan kita bersama agar daerah ini bebas dari narkoba, apalagi sekarang kondisinya sedang marak-maraknya,” pungkasnya. (LS)



























































































