Liputansumbawa.id–Konferensi Cabang (Konfercab) ke-X Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumbawa menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi dan kaderisasi di tubuh Ansor.
Agenda lima tahunan yang digelar di Hotel Suci Sumbawa, Sabtu (30/5/2026), itu tidak hanya menjadi ajang memilih ketua baru, tetapi juga memperkuat konsolidasi kader untuk menghadapi tantangan organisasi ke depan.
Karteker Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sumbawa, Abdul Haris, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Konfercab X GP Ansor Sumbawa.
Ia menjelaskan, pelaksanaan konferensi cabang sebenarnya telah dipersiapkan sejak berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya. Namun, karena adanya instruksi dari Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor NTB, kepengurusan kemudian dikarteker sehingga pelaksanaan konfercab baru dapat dilaksanakan tahun ini.
“Konfercab tidak semata-mata memilih ketua, tetapi bagaimana kita merangkul satu sama lain untuk memperkuat organisasi,” ujarnya.
Abdul Haris mengatakan, GP Ansor memiliki sejumlah prioritas yang harus menjadi perhatian pengurus ke depan. Di antaranya membumikan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah di Kabupaten Sumbawa, memperkuat kaderisasi melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), serta mengembangkan potensi ekonomi organisasi untuk meningkatkan kesejahteraan kader.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor NTB, Dr Irfan Suriadata, menegaskan bahwa Ansor merupakan organisasi kader yang harus terus memperkuat proses kaderisasi secara berjenjang.
Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kualitas kaderisasi yang dijalankan secara konsisten hingga tingkat bawah.
“Ansor adalah organisasi kader. Siapapun yang ingin memimpin Ansor wajib melakukan kaderisasi. Organisasi yang benar adalah organisasi yang melakukan kaderisasi dengan baik,” tegasnya.
Irfan mengungkapkan, saat ini GP Ansor NTB telah hadir hampir di seluruh kecamatan hingga desa. Karena itu, ketua yang terpilih nantinya harus siap turun langsung memberikan motivasi kepada pengurus anak cabang agar aktif melaksanakan kaderisasi.
“Hari ini adalah momentum konsolidasi organisasi dan kaderisasi. Dua hal ini harus kita lakukan dalam konteks konfercab,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa keberadaan Ansor tidak pernah bertujuan merebut kekuasaan ataupun mengubah ideologi negara. Sebaliknya, Ansor hadir untuk menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat melalui kader-kader yang memiliki komitmen kebangsaan dan keagamaan yang kuat.
“Kalau kaderisasi berjalan dengan baik, Ansor akan besar. Kalau Ansor besar, daerah juga akan besar karena mampu menciptakan suasana yang kondusif,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Irfan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, jajaran Nahdlatul Ulama (NU), serta para senior Ansor yang selama ini memberikan dukungan dan pembinaan terhadap perkembangan organisasi.
Ia berharap Konfercab X GP Ansor Kabupaten Sumbawa dapat menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Konfercab adalah agenda rutin organisasi yang menentukan arah perjalanan Ansor ke depan. Ini bukan ajang memperebutkan ketua, tetapi momentum silaturahmi untuk memperkuat Ansor di Kabupaten Sumbawa,” pungkasnya. (LS)



























































































