Single News

HUT RI ke-81 di Desa Tepal Semarak, Permainan Tradisional Kembali Hidup

Liputansumbawa.id—Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di Desa Tepal. Pemerintah Desa (Pemdes) Tepal bersama tenaga pendidik, Karang Taruna dan mahasiswa KKL Kelompok 9 Universitas Samawa kompak menggelar berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selama dua hari, 14-15 Agustus 2026, warga Desa Tepal dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti rangkaian perlombaan yang digelar di sepanjang jalan lintas utama dan lapangan umum desa.

Mengusung tema “Semarak Kemerdekaan dalam Balutan Permainan Tradisional”, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan generasi muda.

Kolaborasi Pemdes Tepal, tenaga pendidik, Karang Taruna dan KKL Kelompok 9 menjadi kekuatan utama di balik suksesnya kegiatan tersebut.

“Bukan cuma soal menang atau kalah, tapi soal keseruan dan kebersamaan,” menjadi semangat yang terus digaungkan panitia selama kegiatan berlangsung.

Kategori anak-anak menjadi salah satu bagian yang paling ramai. Gelak tawa dan sorak-sorai warga pecah saat para peserta mengikuti berbagai permainan tradisional khas Desa Tepal.

Di antaranya main gerobak, main miri, main pakek miri, main melike, main kratak dan main pakgengeng.

Permainan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kembali warisan budaya lokal kepada generasi muda.

Selain permainan tradisional, kemampuan akademik anak-anak juga diuji melalui lomba menyanyikan lagu wajib nasional, pidato dan puisi.

Lantunan lagu perjuangan serta penampilan para peserta membuat suasana perayaan kemerdekaan semakin hidup. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga ditanamkan keberanian, kreativitas dan rasa cinta terhadap bangsa.

Kehadiran anak-anak dari Dusun Pusu turut menambah semarak kegiatan. Mereka berbaur bersama peserta lainnya tanpa sekat wilayah maupun dusun.

Kemeriahan semakin terasa ketika lomba Bola Dangdut digelar untuk kategori dewasa, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu.

Dengan iringan musik dangdut, peserta harus menggiring dan menendang bola sambil berjoget. Aksi para peserta sontak mengundang tawa dan sorakan warga.

Lomba tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana perayaan kemerdekaan mampu menyatukan berbagai kelompok usia dalam suasana penuh kegembiraan.

Sementara itu, lomba gerak jalan kategori umum menjadi salah satu agenda yang paling membangkitkan semangat kebangsaan.

Barisan warga dengan atribut merah putih berjalan menyusuri jalan lintas utama Desa Tepal. Bendera Merah Putih yang dikibarkan sepanjang kegiatan menjadi simbol kuat persatuan dan gotong royong masyarakat.

Kepala Desa Tepal, H. Sudirman, mengapresiasi antusiasme masyarakat serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, peringatan HUT Kemerdekaan RI melalui permainan tradisional memiliki nilai penting karena tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan budaya lokal.

“Pemerintah Desa Tepal sangat mendukung kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI yang mengangkat lomba-lomba tradisional Desa Tepal. Kegiatan seperti ini bukan hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita untuk mempertahankan dan melestarikan budaya lokal yang diwariskan oleh para pendahulu,” ujar Sudirman.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga generasi muda semakin mengenal permainan tradisional yang menjadi bagian dari identitas Desa Tepal.

Sudirman juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKL, Karang Taruna, para pemuda, tenaga pendidik dan seluruh masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan.

“Semoga semangat kebersamaan dan gotong royong seperti ini terus terjaga di Desa Tepal,” harapnya.

Ketua KKL Kelompok 9 Universitas Samawa, Fachruddin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Desa Tepal.

Menurutnya, peringatan HUT RI tidak seharusnya hanya berhenti pada seremoni dan perlombaan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi serta mengenalkan kembali budaya lokal.

“Kami ingin momentum 17 Agustus tidak hanya menjadi ajang perlombaan dan hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda,” jelas Fachruddin.

Ia menegaskan, pelestarian permainan tradisional merupakan bagian dari upaya menjaga identitas dan kekayaan budaya Desa Tepal.

“Bagi kami, melestarikan permainan tradisional merupakan bagian dari menjaga identitas dan kekayaan budaya Desa Tepal. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan menjadi agenda yang mampu memperkuat semangat gotong royong serta kebersamaan masyarakat,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama. Anak-anak, remaja hingga orang tua ikut memadati lokasi kegiatan, baik sebagai peserta maupun memberikan dukungan kepada peserta lainnya.

Pendaftaran yang dibuka secara gratis serta hadiah yang disiapkan panitia turut mendorong partisipasi warga dalam berbagai kategori lomba.

Bagi masyarakat Desa Tepal, perayaan HUT RI ke-81 tersebut akhirnya bukan sekadar agenda tahunan.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali permainan tradisional, memperkuat gotong royong, mempererat silaturahmi dan menanamkan semangat kebangsaan lintas generasi.

Kolaborasi Pemdes, tenaga pendidik, Karang Taruna, mahasiswa KKL dan masyarakat menunjukkan bahwa ketika seluruh elemen bergerak bersama, kegiatan sederhana mampu menjadi perayaan yang meriah sekaligus memiliki nilai budaya.

Semangat kemerdekaan pun bergema di Desa Tepal bukan hanya melalui seruan “Merdeka!”, tetapi melalui kebersamaan warga yang terus dirawat dari generasi ke generasi. (Mel)