Liputansumbawa.id
—Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menyatakan dukungan terhadap Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal untuk memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB.
Dukungan tersebut disampaikan Ansori usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Senin (17/8/2026).
Menurut Ansori, kepemimpinan KONI NTB ke depan membutuhkan sosok yang mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dengan seluruh cabang olahraga, terutama dalam menghadapi PON XXII Tahun 2028.
“Atas nama pengurus dan atlet sepak takraw Sumbawa, kami mendorong Bapak Gubernur Iqbal untuk memimpin KONI NTB. Kami melihat beliau memiliki visi, kepedulian terhadap olahraga, serta kemampuan untuk mengonsolidasikan seluruh cabang olahraga di NTB,” ujar Ansori.
Ansori menilai momentum NTB menjadi salah satu tuan rumah PON 2028 harus diikuti dengan penguatan organisasi dan pembinaan atlet secara serius.
NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta telah ditetapkan sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028. Karena itu, menurutnya, KONI NTB membutuhkan kepemimpinan yang mampu bergerak cepat dan memiliki akses kuat dalam membangun sinergi dengan pemerintah.
“Menjelang NTB menjadi tuan rumah PON 2028, KONI NTB membutuhkan pemimpin yang punya akses langsung ke pemerintah dan mampu memperjuangkan anggaran pembinaan olahraga,” tegasnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sendiri telah menyatakan diri maju sebagai bakal calon Ketua KONI NTB pada Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI NTB mendatang.
Ansori berharap kontestasi tersebut tidak sekadar menjadi pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga NTB secara menyeluruh.
Dukungan Ansori juga tidak terlepas dari capaian sepak takraw Kabupaten Sumbawa pada PORPROV NTB XII 2026.
Di bawah kepemimpinannya sebagai Ketua PSTI Sumbawa, kontingen sepak takraw Sumbawa sukses menyapu bersih 10 medali emas dari 10 nomor yang dipertandingkan di GOR Tripat Gerung, Lombok Barat.
“Alhamdulillah, target menyapu bersih 10 medali emas berhasil kita wujudkan. Ini hasil kerja keras atlet, pelatih dan ofisial yang sudah berjuang mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa,” katanya.
Menurut Ansori, capaian tersebut tidak lahir secara instan. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui program latihan dan pemusatan latihan yang dipersiapkan sejak jauh hari.
Ia meyakini potensi atlet sepak takraw NTB masih sangat besar. Namun, potensi tersebut harus ditopang pembinaan usia dini, kompetisi yang berkelanjutan serta fasilitas olahraga yang memadai.
“Sepak takraw NTB punya potensi besar. Tetapi pembinaan usia dini dan sarana harus diperkuat. Kami yakin jika dukungan pemerintah semakin kuat, prestasi olahraga NTB, termasuk sepak takraw, bisa naik kelas,” ujarnya.
Ansori menegaskan, keberhasilan Sumbawa meraih 10 emas di PORPROV bukanlah garis akhir. Prestasi tersebut justru harus menjadi pijakan untuk menyiapkan atlet menuju level nasional.
PSTI Sumbawa, kata dia, akan terus mendorong pembinaan agar para atlet memiliki kemampuan bersaing dan berpeluang memperkuat kontingen NTB pada PON 2028.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang. Kami ingin atlet-atlet Sumbawa tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga mampu mengharumkan nama NTB di tingkat nasional,” tegas Ansori.
Bagi Ansori, keberhasilan olahraga membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet.
Dengan NTB bersiap menjadi tuan rumah PON 2028, ia berharap seluruh elemen olahraga di daerah dapat memperkuat konsolidasi sejak sekarang, sehingga kesempatan menjadi tuan rumah tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga melahirkan prestasi yang membanggakan bagi NTB. (MK)


























































































