Liputansumbawa.id—Kepedulian terhadap kesehatan warga terus digalakkan mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Samawa (UNSA). Di Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, mahasiswa KKL UNSA mengadakan edukasi tentang hipertensi yang menyasar para lanjut usia (lansia), Minggu (16/8/2026)
Kegiatan ini jadi salah satu upaya untuk nambah pengetahuan masyarakat, khususnya lansia, soal pentingnya menjaga kesehatan, mengenali risiko penyakit, dan rutin melakukan pemeriksaan.
Edukasi ini menghadirkan Ns. Nurmansyah sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa hipertensi masih jadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami lansia. Tekanan darah yang tidak terkontrol perlu diperhatikan karena bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.
“Hipertensi ini memang sering terjadi pada lansia. Jadi penting banget untuk rutin cek kesehatan dan menjaga pola hidup sehat supaya tekanan darah tetap terkontrol,” jelas Nurmansyah.
Selain hipertensi, peserta juga diajak memahami beberapa penyakit lain yang berisiko pada lansia, seperti penyakit jantung, diabetes mellitus, stroke, osteoartritis dan osteoporosis, gangguan pernapasan, gangguan penglihatan, sampai gangguan kognitif atau depresi.
Menurut pemateri, kondisi-kondisi tersebut jadi alasan kenapa pengelolaan kesehatan harus dilakukan secara rutin. Lansia perlu tahu cara pencegahan, menjaga pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan berkala, dan berkonsultasi ke tenaga kesehatan kalau ada keluhan.
Suasana kegiatan berlangsung cukup santai dan interaktif. Para lansia tidak hanya mendengarkan materi, tapi juga diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi soal masalah kesehatan yang mereka alami sehari-hari.
Mahasiswa KKL UNSA juga ikut mendampingi peserta agar materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dosen Minta Edukasi Tak Berhenti di Penyampaian Materi
Dosen pembimbing KKL UNSA, Abdul Rahim, M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, KKL bukan hanya tempat mahasiswa menerapkan ilmu, tapi juga kesempatan untuk memberi manfaat langsung ke masyarakat.
Ia menekankan bahwa edukasi kesehatan harus dilakukan terus-menerus supaya benar-benar berdampak pada perubahan perilaku masyarakat.
“Edukasi seperti ini penting banget karena mahasiswa bisa ikut membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di penyampaian materi saja, tapi juga bikin masyarakat, khususnya lansia, lebih peduli kesehatan dan rutin cek kondisi,” ujar Abdul Rahim.
Ia juga mendorong mahasiswa KKL untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah desa serta warga. Menurutnya, keberhasilan KKL bukan cuma soal kegiatan terlaksana, tapi juga seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
Kepala Desa Jurumapin, Ahmad, juga mengapresiasi kegiatan edukasi yang dilakukan mahasiswa KKL UNSA ini.
Menurutnya, edukasi tentang hipertensi sangat bermanfaat, terutama bagi lansia yang memang perlu perhatian lebih dalam menjaga kesehatan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKL UNSA. Edukasi hipertensi ini sangat bermanfaat, terutama untuk para lansia,” kata Ahmad.
Ia berharap program-program mahasiswa KKL bisa terus memberi dampak positif selama berada di Desa Jurumapin. Pemerintah desa juga mendukung berbagai kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan edukasi hipertensi ini sekaligus memperkuat kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKL UNSA diharapkan tidak hanya meninggalkan program, tapi juga meningkatkan kesadaran warga untuk lebih peduli kesehatan, terutama bagi para lansia. (LS)


























































































