Liputansumbawa.id — Desa Batu Dulang, Kecamatan Batulanteh, Kabupaten Sumbawa, menyimpan potensi wisata alam yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Salah satunya adalah air terjun yang berada jauh dari permukiman dan tersembunyi di kawasan hutan.
Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menempuh perjalanan cukup jauh dengan menyusuri jalur hutan. Namun, perjalanan tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman wisata karena sepanjang perjalanan pengunjung disuguhi pepohonan, udara sejuk, serta suasana alam yang masih terjaga.
Air terjun dengan air yang jernih, dingin dan sejuk itu menawarkan suasana berbeda dari destinasi wisata yang sudah ramai dikembangkan. Minimnya fasilitas dan masih alaminya kawasan membuat suara aliran air, hembusan angin serta suasana hutan menjadi daya tarik utama.
Potensi tersebut mulai mendapat perhatian wisatawan asing yang berkunjung ke Desa Batu Dulang. Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, sejumlah wisatawan asing bahkan memilih menginap di rumah warga sekaligus menjelajahi potensi alam yang ada di sekitar desa, termasuk air terjun.
KKL UNSA Bersama Pemuda Desa Jelajahi Air Terjun
Potensi air terjun tersebut juga menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Universitas Samawa (UNSA). Bersama pemuda Desa Batu Dulang, mahasiswa KKL melakukan perjalanan menuju lokasi untuk melihat langsung kondisi serta potensi alam yang dimiliki desa.
Perjalanan menuju air terjun menjadi pengalaman tersendiri. Mahasiswa dan pemuda desa harus melewati jalur yang cukup jauh dan masuk ke kawasan hutan. Kehadiran pemuda desa menjadi penting karena mereka lebih memahami jalur menuju lokasi serta kondisi lingkungan di sekitarnya.
Setelah menempuh perjalanan, suara aliran air mulai terdengar dari kejauhan. Di balik pepohonan dan rimbunnya kawasan hutan, air terjun akhirnya terlihat dengan aliran air yang jatuh dari ketinggian dan menciptakan suasana tenang serta udara yang semakin segar.
Ika menyebut keberadaan air terjun tersebut merupakan salah satu potensi alam yang bisa dikembangkan oleh Desa Batu Dulang. Namun, pengembangan harus dilakukan secara bertahap dan tidak menghilangkan karakter alami kawasan.
“Air terjun itu memang masih belum banyak diketahui. Jalannya juga cukup jauh karena masuk ke hutan. Tapi justru itu yang membuat suasananya masih alami. Kalau nanti dikembangkan, kami tentu berharap alamnya tetap dijaga,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan wisatawan asing yang datang dan tinggal di rumah warga juga menjadi tanda bahwa Batu Dulang memiliki daya tarik wisata yang cukup besar.
“Ada wisatawan asing yang datang dan tinggal di rumah warga. Biasanya mereka juga ingin melihat alam di sini, termasuk pergi ke air terjun. Jadi sebenarnya potensi wisata di Batu Dulang cukup banyak,” katanya.
Air Terjun Bisa Jadi Pintu Masuk Wisata Desa
Potensi wisata Batu Dulang tidak hanya berhenti pada air terjun. Desa tersebut juga memiliki kekayaan alam dan produk lokal seperti perkebunan kopi, madu hutan, kemiri, alpukat serta berbagai hasil pertanian dan perkebunan lainnya.
Dengan kondisi tersebut, air terjun dapat menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh kehidupan masyarakat Batu Dulang, termasuk perkebunan, hasil hutan dan produk lokal yang dihasilkan masyarakat.
Mahasiswa KKL UNSA sendiri membawa semangat “Sinergi Multidisiplin Membangun Desa Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal.” Semangat itu diwujudkan dengan melihat pembangunan desa dari berbagai sisi, termasuk ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan dan pengembangan potensi lokal.
Pengembangan air terjun sebagai destinasi wisata juga membutuhkan perencanaan yang matang. Akses, keamanan pengunjung, fasilitas dasar, pengelolaan sampah hingga perlindungan kawasan hutan perlu menjadi perhatian agar meningkatnya kunjungan wisatawan tidak justru merusak lingkungan.
Justru karena masih tersembunyi dan belum banyak tersentuh pembangunan, keaslian kawasan menjadi nilai penting yang harus dipertahankan.
Bagi mahasiswa KKL UNSA, perjalanan bersama pemuda Desa Batu Dulang menjadi pembelajaran langsung bahwa pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Mengenali potensi yang telah tersedia, mendokumentasikan, memperkenalkan serta menjaga keberlangsungannya merupakan bagian penting dalam membangun desa.
Jika dikelola secara tepat dan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan, air terjun tersembunyi tersebut berpeluang menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Batu Dulang.
Bukan sekadar air terjun, kawasan itu menawarkan satu paket pengalaman: menyusuri hutan, menikmati udara pegunungan, merasakan dinginnya air dan melihat langsung kekayaan alam Desa Batu Dulang yang masih terjaga. (Eki)


























































































