Single News

Kawal Anggaran Puluhan Miliar, Wabup Sumbawa Jemput Bola ke Kementerian Kebudayaan

Liputansumbawa.id–Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengawal rencana revitalisasi sejumlah cagar budaya di Tanah Samawa. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bahkan turun langsung ke Jakarta untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai perencanaan dan anggaran yang telah dialokasikan pemerintah pusat.

Pengawalan itu dilakukan melalui pertemuan dengan Direktur Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Agus Widiatmoko, Kamis (3/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis, terutama terkait realisasi anggaran stimulan serta pematangan Detail Engineering Design (DED) untuk program revitalisasi cagar budaya di Kabupaten Sumbawa.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan telah mengalokasikan anggaran stimulan dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah untuk mendukung revitalisasi tiga aset bersejarah utama di Sumbawa, yakni Istana Dalam Loka, Istana Bala Kuning dan Istana Bala Putih.

Wakil Bupati Sumbawa menegaskan pentingnya pengawalan sejak tahap perencanaan agar pelaksanaan revitalisasi tidak sekadar menghabiskan anggaran, tetapi benar-benar sesuai dengan standar teknis dan prinsip pelestarian cagar budaya.

Karena itu, penyusunan DED menjadi salah satu bagian penting yang harus dimatangkan sebelum program tersebut masuk ke tahapan pelaksanaan.

Langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini juga dimaksudkan untuk memastikan proses perencanaan berjalan transparan dan akuntabel, sekaligus tidak mengabaikan kaidah konservasi terhadap bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Sumbawa.

Pemkab Sumbawa optimistis dukungan pemerintah pusat tersebut dapat mempercepat proses revitalisasi dan memberikan kepastian terhadap keberlanjutan pelestarian aset budaya di daerah.

Lebih jauh, revitalisasi tiga istana bersejarah tersebut diharapkan tidak berhenti pada aspek fisik bangunan. Pemerintah daerah melihat potensi besar untuk menjadikan kawasan cagar budaya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Jika dikelola secara serius dan berkelanjutan, keberadaan destinasi sejarah tersebut dinilai dapat menjadi magnet wisata baru sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Revitalisasi cagar budaya pun diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi Sumbawa: menjaga identitas dan warisan sejarah Tanah Samawa, sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. (MK)