Liputansumbawa.id–Kemandirian layanan kesehatan di RSUD Sumbawa masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya layanan urologi yang hingga kini masih banyak merujuk pasien ke rumah sakit lain karena RSUD Sumbawa belum memiliki dokter spesialis urologi.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam visitasi tim Rumah Sakit Pengampuan yang ditunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ke RSUD Sumbawa, Kamis (3/9/2026).
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, mengatakan visitasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sejumlah layanan prioritas, terutama stroke dan uronefro, sekaligus meningkatkan standar pelayanan rumah sakit di daerah.
“Visitasi ini diharapkan memicu layanan stroke dan uronefro menjadi lebih mandiri di daerah. Tim juga memberikan masukan untuk peningkatan standar layanan,” ujar dr. Mega Harta.
Dalam visitasi tersebut, tim dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan evaluasi terhadap layanan stroke, mulai dari alur pelayanan hingga melihat jumlah pasien stroke yang selama ini ditangani RSUD Sumbawa.
Sementara tim kedua melakukan peninjauan terhadap layanan uronefro, termasuk pelayanan urologi dan hemodialisis atau cuci darah.
Untuk layanan urologi, keterbatasan dokter spesialis menjadi salah satu persoalan yang masih harus dibenahi. Berbagai kasus yang berkaitan dengan batu ginjal, ureter, kandung kemih hingga sistem reproduksi pria masih rata-rata harus dirujuk.
“Untuk layanan urologi seperti batu ginjal, ureter, kandung kemih dan sistem reproduksi pria di RSUD Sumbawa masih rata-rata kita rujuk karena belum adanya spesialis urologi,” jelasnya.
Selain urologi, layanan hemodialisis juga menjadi perhatian tim pengampuan. Pasalnya, jumlah pasien yang membutuhkan layanan cuci darah terus menunjukkan peningkatan.
Tim memberikan sejumlah masukan, mulai dari pemenuhan standar pelayanan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan hingga kebutuhan penambahan ruang pelayanan.
“Untuk hemodialisis, tim memberikan masukan tentang standar pelayanan, peningkatan skill SDM melalui pelatihan dan penambahan jumlah ruangan, mengingat grafik pasien meningkat,” katanya.
Menurut dr. Mega Harta, masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi RSUD Sumbawa untuk memperkuat kapasitas pelayanan. Penguatan layanan diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap rujukan ke luar daerah, terutama untuk penyakit yang membutuhkan penanganan spesialistik.
Visitasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong RSUD Sumbawa agar mampu memberikan pelayanan yang semakin lengkap, berkualitas dan sesuai standar kepada masyarakat Sumbawa.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pejabat struktural RSUD Sumbawa serta sejumlah dokter spesialis, di antaranya spesialis saraf, penyakit dalam dan bedah umum. (LS)


























































































