Single News

Lama Rusak, SDN Arung Santek Akhirnya Akan Direhabilitasi

Liputansumbawa.id–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa memastikan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Arung Santek di Desa Labuhan Aji, Kecamatan Labuhan Badas, akan mendapatkan rehabilitasi melalui anggaran perubahan APBD Kabupaten Sumbawa tahun 2026.

Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) Dikbud Kabupaten Sumbawa, Muhammad Husnul Alwan, kepada media ini, Rabu (23/9/2026), mengatakan pihaknya telah mengupayakan penanganan terhadap kondisi SDN Arung Santek. Namun, hingga saat ini sekolah tersebut belum mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Dinas pendidikan telah berupaya untuk bisa memperbaiki, namun SDN Arung Santek belum mendapatkan perhatian dari pusat. Kita terus berupaya agar SDN Arung Santek bisa dilakukan rehabilitasi,” kata Alwan.

Menurut Alwan, Dikbud Kabupaten Sumbawa telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp284 juta untuk rehabilitasi tahap awal terhadap tiga ruangan SDN Arung Santek. Anggaran tersebut dimasukkan dalam perubahan APBD dan saat ini masih menunggu proses pengesahan.

“Insyaallah tahun ini Arung Santek sudah bisa dilakukan rehabilitasi. Dikbud sudah menganggarkan. Pengerjaannya diupayakan mulai awal Oktober,” ujarnya.

Ia menargetkan proses pengerjaan dapat berlangsung sekitar 60 hari. Dengan demikian, apabila pekerjaan dimulai sesuai rencana, rehabilitasi diharapkan dapat rampung pada November atau paling lambat Desember 2026.

“Kalau paling tidak 60 hari, bisa diselesaikan di bulan November. Tetapi kita upayakan di bulan Oktober sudah bisa terealisasi. Kita tunggu dulu pengesahannya,” jelas Alwan.

Alwan menjelaskan, keterlambatan penanganan SDN Arung Santek tidak terlepas dari keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Selain membutuhkan anggaran yang cukup besar, kondisi geografis sekolah yang berada di wilayah terpencil juga menjadi salah satu pertimbangan.

Menurutnya, akses menuju lokasi yang harus ditempuh melalui jalur laut membuat kebutuhan biaya perlu dihitung secara matang agar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

“Salah satu kendala Arung Santek lama mendapatkan penanganan atau perhatian dari dinas terkait yaitu kita harus melihat kemampuan fiskal daerah untuk melakukan penanganan. Kalau dilihat, SDN tersebut memerlukan anggaran yang tidak sedikit untuk diselesaikan,” ungkapnya.

“Apalagi dengan jarak tempuh laut dan lain sebagainya, perlu diperhitungkan berapa kebutuhan anggaran yang riil dan disesuaikan dengan kemampuan fiskal yang ada,” lanjutnya.

Selain mengandalkan APBD, Dikbud Kabupaten Sumbawa juga berupaya agar SDN Arung Santek mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan sarana dan prasarana sekolah dapat ditangani secara lebih menyeluruh, termasuk fasilitas toilet dan bangunan lainnya yang masih membutuhkan perhatian.

“Dikbud berupaya supaya Arung Santek juga mendapatkan dana dari pusat dan perhatian dari kementerian, sehingga semua dapat teratasi seperti toilet maupun bangunannya,” ujar Alwan.

Ia menegaskan, keterbatasan APBD membuat penanganan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah wilayah harus dilakukan secara bertahap. Meski demikian, Dikbud tetap berkomitmen melakukan perbaikan berdasarkan kebutuhan dan skala prioritas.

“Karena APBD terbatas, jadi harus dilakukan secara bertahap dan kita upayakan untuk rehabilitasi,” tegasnya.

Menurut Alwan, pemerintah daerah tetap memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil. Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sumbawa.

“Dikbud akan melakukan perbaikan yang bisa dan terarah serta memiliki komitmen terhadap sarana dan prasarana. Setiap daerah juga diperhatikan sekolah-sekolahnya, terlebih di daerah-daerah terpencil,” pungkasnya. (Eq)