Liputansumbawa.id—Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumbawa mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dialami salah satu kadernya, Dr. Iwan Haryanto, SH., MH., pada Senin (28/9/ 2026)
Dr. Iwan Haryanto merupakan anggota aktif PDPM Sumbawa yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Hukum, HAM dan Advokasi. Selain aktif di organisasi, Dr. Iwan juga dikenal sebagai Dosen Fakultas Hukum Universitas Samawa (UNSA) Sumbawa Besar sekaligus seorang advokat yang menjalankan profesinya di wilayah Sumbawa.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Dr. Iwan sedang menjalankan tugas profesinya sebagai advokat dengan mendampingi kliennya, Rahmat (R), dalam upaya menyelesaikan persoalan terkait rencana keberangkatan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Malaysia.
Berdasarkan keterangan korban, persoalan tersebut bermula ketika Rahmat menyerahkan uang sebesar Rp10 juta kepada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) terkait untuk proses keberangkatan ke Malaysia.
Namun, sejak Februari hingga September 2026, menurut keterangan korban, belum terdapat kepastian mengenai jadwal keberangkatan.
Atas persoalan tersebut, Rahmat kemudian meminta pendampingan hukum kepada Dr. Iwan untuk membantu memperoleh kejelasan dan menyelesaikan persoalan tersebut secara baik.
Pada saat Dr. Iwan bersama kliennya mendatangi pihak terkait untuk meminta kejelasan mengenai janji keberangkatan tersebut, situasi disebut kemudian memanas.
Menurut keterangan Dr. Iwan, dalam kejadian tersebut terjadi tindakan yang diduga merupakan kekerasan. Handphone milik Dr. Iwan disebut diambil oleh pihak yang didatanginya, dan dalam situasi yang sama Dr. Iwan juga mengalami tindakan kekerasan secara fisik.
Akibat kejadian tersebut, Dr. Iwan mengalami keluhan sakit pada sejumlah bagian tubuh dan kemudian mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Kota Sumbawa.
PDPM Sumbawa menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara tersebut kepada aparat penegak hukum untuk dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sumbawa, Sumanto, S.K.M., menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam dugaan kekerasan yang dialami kadernya.
“Kami percayakan kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas dan jelas. Bagi kami, ketika satu anggota kami tersakiti, maka seluruh keluarga besar Pemuda Muhammadiyah terpanggil untuk mencari tahu penyebab dan duduk persoalan sehingga kejadian seperti ini bisa terjadi,” ujar Sumanto.
Menurutnya, PDPM Sumbawa menghormati proses hukum dan tidak menginginkan persoalan tersebut diselesaikan dengan cara-cara di luar hukum.
“Saya mohon kepada seluruh kader dan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri sekiranya ada persoalan atau kasus lainnya. Kita serahkan prosesnya kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.
Bang Anto menambahkan, Dr. Iwan merupakan kader aktif Pemuda Muhammadiyah Sumbawa yang selama ini mendapatkan amanah dalam bidang hukum, HAM dan advokasi. Karena itu, PDPM Sumbawa memandang penting agar setiap peristiwa yang berkaitan dengan profesi hukum maupun persoalan masyarakat diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Minta Polisi Menangani Secara Profesional dan Tidak Pandang Bulu
PDPM Sumbawa juga meminta aparat kepolisian untuk menangani perkara tersebut secara profesional, objektif, transparan, dan sesuai prosedur hukum.
“Kami terpanggil atas keresahan yang dialami oleh rekan kami. Kami meminta pihak kepolisian untuk tidak pandang bulu dalam menangani setiap kasus yang terjadi. Negara kita adalah negara hukum, sehingga setiap persoalan wajib diselesaikan dengan mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Ketua PDPM Sumbawa.
Ia menegaskan bahwa permintaan tersebut bukan dimaksudkan untuk mengintervensi proses hukum, melainkan sebagai bentuk dukungan agar persoalan dapat diproses secara objektif berdasarkan fakta dan bukti yang ada.
PDPM Sumbawa berharap seluruh pihak yang berkaitan dengan peristiwa tersebut dapat memberikan keterangan secara terbuka kepada aparat penegak hukum sehingga duduk perkara dapat diketahui secara terang.
“Kami berharap kejadian ini dapat diselesaikan sesuai prosedur hukum yang baik. Kami mengecam keras setiap bentuk kekerasan terhadap siapa pun, termasuk terhadap kader kami yang sedang menjalankan tugas profesinya,” lanjut Bang Anto.
PDPM Sumbawa Imbau Semua Pihak Menahan Diri
PDPM Sumbawa juga mengimbau seluruh kader, keluarga, maupun masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri dan tidak melakukan provokasi terkait perkara tersebut.
Organisasi menegaskan bahwa langkah yang ditempuh adalah mendorong penyelesaian melalui jalur hukum serta memastikan fakta-fakta kejadian dapat diperiksa oleh pihak yang berwenang.
Sementara itu, terkait dugaan kekerasan yang dialami Dr. Iwan, seluruh fakta dan pihak yang bertanggung jawab tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan menentukan berdasarkan alat bukti serta keterangan para pihak.
PDPM Sumbawa menegaskan sikapnya untuk mengawal persoalan ini secara proporsional dan konstitusional, sekaligus tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta proses hukum yang sedang berjalan. (LS)


























































































