Liputansumbawa.id–Pemerintah Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, terus memperkuat upaya penanganan stunting. Pada 2026, desa pesisir tersebut mencatat hanya tujuh anak yang masih masuk kategori berpotensi stunting.

Kepala Desa Labuhan Burung, Iwan Iskandar Putra, Selasa (20/10/2026), mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi pemerintah desa, Puskesmas Buer, kader Posyandu, serta berbagai pihak yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui kegiatan rembuk stunting yang melibatkan unsur pemerintah Kecamatan Buer, perwakilan Seksi Pemerintahan, Puskesmas Buer, pendamping desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader Posyandu, serta ibu-ibu PKK.
Menurut Iwan, penanganan stunting di Labuhan Burung akan mengoptimalkan potensi pangan lokal. Sebagai desa pesisir yang kaya hasil laut, pemerintah desa memprioritaskan pemanfaatan bahan pangan segar dan bergizi tinggi dari nelayan, petani, serta peternak setempat.
“Potensi lokal yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi anak dan ibu hamil. Kita ingin menu yang diberikan berkualitas, bergizi, dan sesuai dengan kebutuhan sasaran,” ujarnya.
Selain mengandalkan pangan lokal, pemerintah desa bersama Puskesmas Buer menyinergikan penganggaran agar intervensi gizi dapat berjalan lebih optimal. Langkah ini diharapkan memastikan setiap sasaran memperoleh asupan makanan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Penanganan juga difokuskan pada ibu hamil dengan mempertimbangkan tingkat risiko persalinan. Ibu hamil yang diperkirakan menjalani persalinan normal dan ibu hamil yang berisiko melahirkan prematur mendapatkan penanganan berbeda.
Kelompok ibu hamil berisiko melahirkan prematur menjadi perhatian khusus karena membutuhkan pemantauan dan dukungan gizi lebih intensif. Pemberian menu berkualitas bagi kelompok tersebut diprioritaskan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu dan mendukung tumbuh kembang janin.
Iwan menegaskan, upaya pencegahan stunting tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah desa. Diperlukan keterlibatan semua pihak, terutama tenaga kesehatan dan kader Posyandu yang berhadapan langsung dengan masyarakat.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan, Puskesmas Buer, pendamping desa, BPD, serta seluruh kader Posyandu yang telah bekerja mendukung program penanganan stunting di Labuhan Burung.
“Terima kasih kepada semua pihak, terutama para kader Posyandu, yang selama ini bekerja keras mendukung upaya pencegahan stunting di desa kami. Sinergi ini harus terus dijaga agar anak-anak kita tumbuh sehat dan memperoleh gizi yang cukup,” ungkapnya.
Pemerintah Desa Labuhan Burung berharap upaya yang dilakukan secara terpadu tersebut dapat menekan jumlah anak berpotensi stunting sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia pertumbuhan.
Dengan memanfaatkan potensi pangan lokal dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, Desa Labuhan Burung menargetkan penanganan stunting berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (MK)


























































































