Liputansumbawa.id–Kelangkaan semen yang dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Sumbawa mulai mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumbawa mengakui stok semen di sejumlah produsen sedang kosong akibat kendala produksi dan distribusi.
Kepala Diskoperindag Sumbawa, Adi Nusantara, Senin (26/10/2026), mengatakan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan terkait kelangkaan semen tersebut. Pengecekan langsung ke sejumlah produsen juga menunjukkan bahwa stok semen memang sedang kosong.
“Memang benar saat ini sedang terjadi kelangkaan semen di Kabupaten Sumbawa. Saya juga dihubungi beberapa pihak terkait persoalan ini. Setelah kami mengecek produsen-produsen yang ada, stoknya memang benar-benar kosong,” ujarnya saat ditemui awak media.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Diskoperindag Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), kelangkaan semen dipengaruhi kendala produksi serta pasokan batu bara dan bahan bakar minyak (BBM).
Gangguan pasokan BBM turut berdampak pada distribusi semen. Antrean panjang pengisian BBM menyebabkan armada pengangkut terlambat beroperasi, sehingga pengiriman semen ke produsen maupun daerah tujuan tidak berjalan sesuai jadwal.
“Antrean pengisian BBM yang cukup lama menjadi salah satu kendala. Truk-truk yang seharusnya masuk sesuai jadwal akhirnya terhambat. Apalagi, pasokan BBM di Provinsi Bali juga sedang mengalami kelangkaan,” jelasnya.
Diskoperindag Sumbawa, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi agar kelangkaan semen tidak berlangsung berkepanjangan dan kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.
Ia mengaku telah menerima informasi terbaru dari Diskoperindag NTB bahwa produksi semen mulai kembali berjalan. Pemerintah daerah berharap pasokan semen segera masuk ke Kabupaten Sumbawa dalam waktu dekat.
“Kami sudah mendapat informasi dari Diskoperindag NTB bahwa produksi semen mulai berjalan kembali. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semen sudah bisa masuk lagi ke Kabupaten Sumbawa. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” pungkasnya.
Kelangkaan semen ini menjadi perhatian masyarakat karena berpotensi menghambat aktivitas pembangunan dan pekerjaan konstruksi. Pemerintah daerah diharapkan terus mengawal kelancaran pasokan agar kebutuhan semen di Sumbawa kembali terpenuhi. (Yy)


























































































