Liputansumbawa.id–Kelangkaan semen dan potensi kenaikan harga bahan pangan menjadi perhatian Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sumbawa menjelang akhir 2026.
Pemerintah daerah mendorong penguatan koordinasi lintas instansi untuk memastikan ketersediaan barang, kelancaran distribusi, dan stabilitas harga di pasaran.
Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya, mengatakan persoalan ketersediaan semen perlu segera ditangani. Pasalnya, keterbatasan pasokan berpotensi menghambat penyelesaian proyek konstruksi pemerintah, sementara waktu pelaksanaan anggaran tahun 2026 semakin terbatas.
Persoalan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi TPID Kabupaten Sumbawa yang melibatkan BPS, Kejaksaan Negeri, Bulog, KPPN, serta sejumlah perangkat daerah terkait, Kamis (29/10/2026).
Selain semen, rapat juga menyoroti perkembangan harga ayam segar dan informasi kelangkaan gula pasir. Pemantauan terhadap pasokan dan distribusi komoditas tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi potensi gejolak harga di tengah masyarakat.
Satgas Pangan didorong memantau arus masuk dan distribusi ayam segar, termasuk pasokan yang belum tercatat, agar data ketersediaan di lapangan lebih akurat dan langkah pengendalian dapat dilakukan secara tepat.
Sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, Pemkab Sumbawa juga akan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam waktu dekat. Kerja sama antardaerah turut diupayakan untuk memperkuat pasokan komoditas yang mengalami keterbatasan.
Di sisi lain, kelancaran pelaksanaan anggaran pemerintah juga menjadi perhatian. KPPN menekankan pentingnya pengawalan proyek, termasuk pembangunan jalan strategis yang mendukung konektivitas wilayah dan distribusi barang, agar penyelesaiannya sesuai jadwal dan ketentuan.
Melalui koordinasi lintas instansi tersebut, TPID Sumbawa berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok dan bahan bangunan tetap terjaga, sekaligus mengantisipasi tekanan harga menjelang akhir tahun.
Ivan menegaskan, pemerintah daerah berharap langkah pengendalian yang disiapkan dapat menjaga stabilitas harga, memperlancar distribusi barang, serta mendukung penyelesaian kegiatan pembangunan yang masih berjalan. (MK)


























































































