Liputansumbawa.id, Mataram – Dua proyek tambang emas dan tembaga berskala besar di Nusa Tenggara Barat (NTB), yakni tambang Elang milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Kabupaten Sumbawa dan proyek PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kabupaten Dompu, ditargetkan memasuki tahap operasi produksi pada 2028 dan 2031.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin, mengatakan kedua proyek tersebut masih menjalani proses perizinan dan persiapan infrastruktur pendukung.
Untuk proyek tambang Elang di Sumbawa, proses perizinan, termasuk izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), masih berlangsung. Jika proses tersebut berjalan lancar, pembangunan fisik ditargetkan mulai pada 2028.
“Tahun 2028 target operasi produksinya, tapi tentu tergantung perkembangan soal perizinannya, termasuk izin pinjam pakai kawasan hutan yang saat ini berproses untuk mulai bangun pada 2028,” kata Samsudin, seperti dikutip IDN Times, Selasa (27/10/2026).
Menurut Samsudin, potensi mineral di Blok Elang disebut lebih besar dibandingkan tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat. Namun, pengembangan proyek tersebut masih bergantung pada penyelesaian tahapan perizinan.
Tambang STM Dompu Ditargetkan Beroperasi 2031
Sementara itu, proyek tambang PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, ditargetkan mulai beroperasi pada 2031.
Samsudin menjelaskan, perusahaan telah menetapkan target tersebut dengan mempertimbangkan proses perizinan dan penyiapan sarana serta prasarana pendukung.
“Kalau STM sudah diklarifikasi, kalau prosesnya lancar pada 2031 mulai operasi produksi. Sama juga saat ini sedang berproses perizinan serta penyiapan sarana dan prasarana pendukung,” ujarnya.
Target tersebut masih bergantung pada kelancaran proses yang sedang berjalan. Karena itu, realisasi operasi produksi kedua proyek tambang tersebut belum dapat dipastikan sebelum seluruh tahapan yang diperlukan terpenuhi.
Cadangan Mineral Blok Elang Terus Bertambah
Proyek Elang merupakan bagian dari pengembangan jangka panjang AMNT untuk memperluas kegiatan pertambangan emas dan tembaga di Sumbawa.
Berdasarkan laporan Joint Ore Reserves Committee (JORC) per 31 Desember 2024 yang dikutip dalam pemberitaan IDN Times, cadangan bijih Elang meningkat 79 persen dibandingkan laporan 2023, dari 1,4 miliar menjadi 2,5 miliar metrik ton.
Kandungan tembaganya juga meningkat 71 persen, dari 10,4 miliar pon menjadi 17,8 miliar pon. Sementara itu, kandungan emas bertambah 76 persen, dari 15 juta ons menjadi 26,4 juta ons.
Cebakan Elang berlokasi sekitar 60 kilometer di sebelah timur tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat. Kawasan tersebut menjadi salah satu fokus eksplorasi AMNT untuk pengembangan cadangan mineral jangka panjang.
Sejak 2020, perusahaan juga melakukan eksplorasi pada deposit Elang Selatan yang berada berdekatan dengan cebakan utama Elang.
STM Temukan Potensi Sumber Daya Mineral di Blok Onto
Di Kabupaten Dompu, STM mengembangkan proyek tambang tembaga dan emas di Blok Onto, Kecamatan Hu’u. Perusahaan tersebut telah melakukan kegiatan eksplorasi sejak 2010.
Berdasarkan data yang tercantum dalam naskah sumber, estimasi sumber daya mineral Blok Onto mencapai sekitar 2 miliar ton. Estimasi tersebut berasal dari kegiatan pengeboran pada 74 titik dengan total kedalaman mencapai 74.130 meter.
Temuan potensi sumber daya mineral tersebut menjadi dasar bagi pengembangan proyek tambang STM. Namun, sumber daya mineral tidak serta-merta sama dengan cadangan yang siap ditambang karena masih memerlukan kajian teknis dan tahapan pengembangan lebih lanjut.
Dengan potensi mineral yang dimiliki, proyek Elang di Sumbawa dan Blok Onto di Dompu menjadi dua proyek pertambangan yang berpotensi memperkuat sektor pertambangan NTB. Meski demikian, pencapaian target operasi produksi pada 2028 dan 2031 akan sangat bergantung pada penyelesaian perizinan, kesiapan infrastruktur, dan tahapan pengembangan masing-masing proyek.
C/IDN Times NTB


























































































