Liputansumbawa.id–Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Pembenahan data pendidikan hingga tingkat desa serta penanganan anak putus sekolah menjadi perhatian utama dalam upaya memperbaiki sektor pendidikan di NTB.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat membuka dan memberikan arahan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pendidikan yang berlangsung di Prime Park Hotel and Convention, Mataram, Jumat (6/11/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, sebagai peserta rapat.
Dalam arahannya, Iqbal mengingatkan bahwa capaian pembangunan pendidikan di tingkat provinsi tidak terlepas dari hasil kerja pemerintah kabupaten dan kota. Sebab, sebagian besar indikator keberhasilan provinsi merupakan akumulasi dari kinerja pemerintah daerah.
Karena itu, diperlukan koordinasi dan sinergi yang kuat agar kebijakan serta program pendidikan dapat berjalan selaras dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Selain penguatan koordinasi, Gubernur juga menyoroti pentingnya integrasi dan pemutakhiran data pendidikan secara berkala. Pendataan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk menjangkau wilayah desa serta mengakomodasi lembaga pendidikan keagamaan seperti pesantren dan madrasah.
Menurutnya, data yang akurat dan terintegrasi menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan, menentukan sasaran program, serta memastikan intervensi pemerintah benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Persoalan anak putus sekolah juga menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah diminta lebih aktif mengidentifikasi anak-anak yang tidak lagi mengenyam pendidikan, baik karena keterbatasan ekonomi maupun faktor lainnya.
Anak-anak tersebut harus didata dan diupayakan kembali memperoleh akses pendidikan, baik melalui jalur pendidikan formal maupun nonformal.
“Persoalan putus sekolah tidak cukup hanya diketahui melalui angka statistik. Diperlukan langkah nyata untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai kondisi dan kebutuhannya,” terang Gubernur.
Dalam kesempatan itu, Iqbal juga menyinggung perbandingan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia dengan Korea Selatan. Perbandingan tersebut menjadi gambaran pentingnya investasi jangka panjang dalam sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi kemajuan dan daya saing suatu bangsa.
Pendidikan, menurutnya, harus ditempatkan sebagai investasi strategis yang menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat memperkuat kolaborasi, membenahi tata kelola data pendidikan, serta menyusun langkah konkret untuk menekan angka anak putus sekolah di NTB.
Kehadiran Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot dalam rapat tersebut menjadi bagian dari keterlibatan pemerintah kabupaten dalam menyelaraskan kebijakan dan program pendidikan daerah dengan arah pembangunan pendidikan Provinsi NTB. (LS)


























































































