Single News

Api Lahap Rumah Panggung di Kereke, Motor Baru hingga Buku Sekolah Siswi SMP Hangus

Liputansumbawa.id–Kebakaran menghanguskan satu unit rumah panggung milik warga di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, Jumat (31/7/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.55 Wita. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan rumah panggung milik Mustaram. Dua rumah lainnya juga ikut terdampak dalam kejadian tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 13.55 Wita. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 14.10 Wita untuk melakukan pemadaman.

Sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan, ditambah satu unit kendaraan dari Yon TP. Proses pemadaman melibatkan petugas Damkar, personel Pos Moyo Hilir, Bhabinkamtibmas, anggota Yon TP, Pemerintah Desa Kerekeh serta masyarakat setempat.

Berkat kesigapan warga bersama petugas pemadam, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah lainnya. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 15.13 Wita.

Dalam laporan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, dua unit rumah dilaporkan terdampak, masing-masing rumah panggung dan satu rumah baru milik Manawari dan Adam Ilyas.

Sementara itu, rumah milik Mustaram mengalami kerusakan paling parah hingga hangus terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari bagian bawah kolong rumah panggung. Total kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta.

Perlengkapan Sekolah Jihan Ikut Hangus

Kebakaran ini juga menyisakan kesedihan bagi Jihan Mutiara Ramdani, siswi kelas VIII SMPN 2 Unter Iwes yang menjadi salah satu penghuni rumah tersebut.

Gadis berusia 14 tahun itu harus kehilangan perlengkapan sekolahnya. Tas, sepatu, buku-buku pelajaran hingga sejumlah barang miliknya hangus terbakar.

“Yang tersisa hanya baju yang ada di badan,” demikian gambaran kondisi Jihan setelah kebakaran tersebut.

Jihan menceritakan, sebelum api membesar, dirinya sempat mendengar suara seperti kabel terbakar dari bagian bawah kolong rumah.

Menyadari adanya bahaya, Jihan langsung memanggil kedua orang tuanya. Namun saat itu, kedua orang tuanya sedang berada di luar rumah.

Ia kemudian segera turun dan memberitahukan kejadian tersebut kepada bibinya serta keluarga yang berada di rumah sebelah.

Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 13.30 Wita. Di bagian bawah kolong rumah saat kejadian terdapat sejumlah barang yang mudah terbakar, di antaranya sepeda motor Honda Beat yang baru dibeli sekitar dua bulan lalu, gabah, oli, pupuk, kapuk dan terpal.

Barang-barang tersebut membuat api dengan cepat membesar dan menyebabkan rumah panggung terbakar habis.

Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali, personel Damkar Satgas 1 Mako dan Pos Moyo Hilir kembali ke markas masing-masing sekitar pukul 15.30 Wita.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik, terutama pada bagian rumah yang menyimpan barang-barang mudah terbakar. (Mk)