Liputansumbawa.id—Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa mulai mengimplementasikan proyek perubahan yang berorientasi pada penguatan profesionalisme dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).
Inovasi tersebut merupakan proyek perubahan Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, dalam rangka mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional. Proyek ini diarahkan untuk membangun tata kelola kinerja yang terukur, mulai dari indikator pembangunan daerah hingga target kinerja masing-masing individu ASN.
Dedi menjelaskan, setelah proyek perubahan tersebut diluncurkan, pihaknya langsung melakukan implementasi di lingkungan Bapperida.
“Setelah launching, kita implementasikan proyek membangun tata kelola penurunan indikator kinerja dari RPJM sampai ke tingkat individual. Sekarang sudah kita implementasikan di Bapperida,” ujar Dedi, Senin (7/9/2026)
Menurutnya, selama ini indikator yang terdapat dalam RPJM dan menjadi tanggung jawab perangkat daerah belum sepenuhnya diturunkan secara kuat hingga menjadi indikator kinerja individual ASN.
Karena itu, Bapperida mulai menyusun mekanisme agar setiap ASN memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian indikator pembangunan daerah, khususnya indikator yang menjadi tanggung jawab Bapperida.
“Sudah kita susun bagaimana indikator RPJM yang menjadi tanggung jawab Bapperida itu diturunkan sampai ke individu. Selama ini belum ada penguatan di situ. Ini kita lakukan agar kualitas perencanaan meningkat dan menjadi bagian dari indikator kinerja individu,” jelasnya.
Salah satu aspek yang dikembangkan dalam proyek perubahan tersebut adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) sebagai bagian dari indikator kinerja individu.
Menurut Dedi, pemanfaatan AI diarahkan bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi menjadi instrumen untuk mendukung ASN dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas pekerjaan.
Setiap ASN nantinya didorong memiliki kegiatan dan target kerja yang jelas, sehingga kontribusinya terhadap pencapaian target organisasi dapat diukur dan dikawal secara berkala.
“Peran ASN di Bapperida harus ada kegiatan yang dilakukan secara jelas. Kita juga mengadopsi AI sebagai indikator kinerja individu. Ini dikawal agar target individu bisa tercapai,” katanya.
Saat ini, Bapperida juga tengah menyusun agenda kerja individu sebagai bagian dari penguatan sistem pengukuran kinerja tersebut.
Untuk memastikan sistem tersebut berjalan efektif, Bapperida juga melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa.
Salah satu yang dibahas adalah mekanisme pengukuran Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Jika sebelumnya pengukuran dilakukan secara triwulanan, ke depan diarahkan agar dapat dilakukan secara bulanan.
Langkah tersebut diharapkan membuat pengukuran kinerja ASN lebih dinamis dan selaras dengan sistem remunerasi bulanan.
“Sedang kita koordinasikan dengan BKPSDM, bagaimana SKP yang selama ini triwulan bisa menjadi bulanan, sehingga pengukuran kinerja sejalan dengan remunerasi bulanan,” terang Dedi.
Lebih jauh, Dedi menyebutkan bahwa SKP tidak hanya menjadi instrumen administratif, tetapi juga akan menjadi salah satu komponen dalam penerapan manajemen talenta ASN.
Kinerja dan capaian masing-masing ASN akan membentuk portofolio yang nantinya dapat menjadi bagian dari proses penilaian dan profiling pegawai.
Dengan demikian, proyek perubahan tersebut diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan kinerja organisasi, tetapi juga membangun budaya kerja ASN yang lebih profesional, terukur, adaptif terhadap teknologi, serta memiliki keterkaitan langsung dengan target pembangunan daerah.
“SKP ini menjadi salah satu skor dalam manajemen talenta. Portofolio ini nantinya masuk dalam penilaian profiling mereka,” pungkasnya. (MK)


























































































