Liputansumbawa.id–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat koordinasi lintas sektor sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun 2026. Rapat tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Balai Wilayah Sungai (BWS), Palang Merah Indonesia (PMI), Bank NTB Syariah, serta instansi terkait lainnya, Jum’at (31/7/2026)
Koordinasi dilakukan menyusul potensi dampak musim kemarau yang diperkirakan memicu peningkatan suhu dan berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, ST, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk mengusulkan pembangunan 10 titik sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sumur bor tersebut diprioritaskan untuk kawasan permukiman yang selama ini rutin mengalami krisis air bersih.
“Dari hasil pendataan, terdapat 12 kecamatan dengan 24 desa yang berpotensi terdampak kekeringan. Wilayah-wilayah tersebut hampir setiap tahun membutuhkan bantuan air bersih, sehingga penanganan harus dipersiapkan sejak dini,” ujarnya.
Ia menegaskan, penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan sendiri oleh BPBD. Karena itu, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara cepat dan merata.
Dalam upaya tersebut, BPBD menggandeng Polres Sumbawa, Kodim 1607/Sumbawa, PMI Kabupaten Sumbawa, BWS, hingga Bank NTB Syariah untuk mendukung pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak.
Sementara itu, PMI Kabupaten Sumbawa telah menyelesaikan pendataan sekaligus menyusun jadwal distribusi air bersih. Program dropping air dijadwalkan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat dengan dukungan sekitar 30 tangki air selama satu bulan melalui bantuan PMI Pusat.
Sejumlah desa yang menjadi sasaran awal distribusi di antaranya Desa Hijrah, Kukin, Baru, Lenangguar, Batu Tering, serta sejumlah desa lain yang masuk dalam kategori rawan kekeringan.
Untuk mendukung kelancaran distribusi, masing-masing instansi telah menyiapkan armada tangki air, terdiri dari BPBD sebanyak dua unit, Polres Sumbawa satu unit, Kodim 1607/Sumbawa satu unit, BWS satu unit, PMI satu unit, dan Bank NTB Syariah satu unit.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, BPBD berharap pendistribusian air bersih dapat berjalan efektif sehingga kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan kekeringan, agar menggunakan air secara hemat dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih. (Mk)


























































































