Liputansumbawa.id – Persoalan pemerataan tenaga pendidik masih menjadi perhatian dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah daerah menilai masalah pendidikan tidak hanya berkaitan dengan jumlah guru, tetapi juga distribusi tenaga pendidik yang belum merata antar sekolah.
Hal tersebut disampaikan Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., saat membuka Konferensi Kerja II PGRI Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Gedung Dea Guru PGRI, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 27 September tersebut diikuti lebih dari 500 guru dari 24 ranting PGRI se-Kabupaten Sumbawa dan turut dihadiri Ketua PGRI Provinsi NTB, Yusuf, S.Pd., M.Pd.
Bupati mengapresiasi PGRI yang terus menjadi rumah besar bagi para guru sekaligus mitra penting pemerintah daerah dalam membangun pendidikan. Ia berharap Konker II tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membicarakan berbagai persoalan pendidikan yang benar-benar dirasakan guru dan sekolah di lapangan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pemerataan distribusi guru.
Menurut H. Jarot, Kabupaten Sumbawa tidak semata-mata menghadapi persoalan kekurangan tenaga pendidik. Tantangan lainnya adalah ketimpangan penempatan guru, sehingga terdapat sekolah yang memiliki guru cukup banyak sementara sekolah lainnya masih membutuhkan tenaga pendidik.
Selain pemerataan guru, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perubahan zaman, termasuk perkembangan kecerdasan artifisial, media sosial, perubahan pola belajar, persoalan karakter hingga perundungan.
Karena itu, ia berharap hasil Konker dapat melahirkan rekomendasi yang konkret, realistis dan benar-benar menjawab kebutuhan guru serta sekolah.
PGRI Didorong Perkuat Gerakan Sumbawa Hijau Lestari
Selain persoalan pendidikan, Bupati H. Jarot mengapresiasi perhatian PGRI terhadap upaya pemerintah daerah mengembalikan kelestarian alam melalui program Sumbawa Hijau Lestari.
Ia menyampaikan bahwa PGRI siap memberikan dukungan penuh dengan menyelaraskan semangat tersebut melalui lingkungan sekolah.
Ketua PGRI Provinsi NTB, Yusuf, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Konker menjadi momentum evaluasi program tahunan sekaligus menetapkan prioritas kerja organisasi. Ia menilai tata kelola PGRI Kabupaten Sumbawa sangat aktif dan berada di barisan terdepan dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
Yusuf juga mendorong agar semangat Sumbawa Hijau Lestari diterjemahkan menjadi gerakan nyata di sekolah. Langkah sederhana seperti mengajak peserta didik menanam pohon, memilah sampah dan bergotong royong menjaga lingkungan dinilai dapat menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Ia meminta PGRI Kabupaten Sumbawa mendorong kegiatan penanaman pohon di sekolah dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan memantau perkembangannya setiap semester, sehingga gerakan tersebut tumbuh menjadi kegiatan nyata dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Konker II PGRI Kabupaten Sumbawa sendiri merupakan agenda tahunan untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menetapkan rencana kerja dan target organisasi. Forum tersebut juga menjadi ruang pertanggungjawaban pengelolaan keuangan PGRI Kabupaten Sumbawa.
C/Fb: Prokopim Sumbawa


























































































