Single News

Bupati Sumbawa Dorong Penguatan Program Cerah untuk Pulihkan Hutan dan Lindungi Sumber Air

Liputansumbawa.id, Sumbawa Besar – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mendorong penguatan kolaborasi dengan Plan Indonesia melalui program Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan (Cerah) guna mendukung pelestarian hutan, pemulihan lahan kritis, dan perlindungan sumber mata air di Kabupaten Sumbawa.

Dukungan tersebut disampaikan Bupati saat bertemu dengan perwakilan Plan Indonesia di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (29/10/2026). Pertemuan itu turut dihadiri Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Bupati mengapresiasi pelaksanaan Program Cerah yang dinilai sejalan dengan program Sumbawa Hijau Lestari, khususnya dalam menjaga kelestarian hutan dan memulihkan kondisi lingkungan.

Berdasarkan data yang disampaikan, Kabupaten Sumbawa memiliki kawasan hutan seluas 393.115,60 hektare. Dari luasan tersebut, 92.723 hektare atau 23,59 persen berada dalam kondisi baik.

Sementara itu, 118.085,21 hektare atau 30,03 persen berada dalam kondisi rentan, sedangkan 130.900,34 hektare atau 33,30 persen mengalami alih fungsi.

Adapun kawasan hutan dengan kondisi erosi berat, lapisan tanah atas menipis, dan tandus mencapai 28.931,93 hektare atau 7,36 persen. Sementara kawasan dengan erosi sangat berat, lahan terbuka, dan tandus tercatat seluas 22.502,11 hektare atau 5,72 persen.

Kondisi tersebut membutuhkan langkah nyata melalui pelestarian dan penghijauan kembali hutan. Karena itu, Bupati mengajak Plan Indonesia menyinergikan Program Cerah dengan program pemerintah daerah agar upaya pemulihan lingkungan dan perlindungan sumber mata air dapat berjalan lebih optimal.

Koordinator Plan Indonesia wilayah Kabupaten Sumbawa, Abdurrahman, menjelaskan bahwa Plan Indonesia merupakan bagian dari federasi global Plan International yang beroperasi di lebih dari 80 negara.

Program Cerah berfokus pada adaptasi perubahan iklim melalui konservasi lingkungan, pendampingan petani, serta advokasi kebijakan terkait iklim untuk menjaga ketersediaan air.

Di Kabupaten Sumbawa, program tersebut menjangkau 22 desa yang tersebar di tujuh kecamatan dalam wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumbawa, DAS Moyo, dan DAS Rhee. Program serupa juga dilaksanakan di Kota Kupang.

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap upaya konservasi lingkungan dapat semakin diperkuat, sekaligus menjaga ketersediaan sumber air dan mendukung keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat. (LS)