Single News

Di hadapan HIPMI, Bupati Jarot Dorong Hilirisasi SDA, Janji Lindungi Investor dan Percepat Perizinan

Liputansumbawa.id—Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan komitmennya mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui penguatan hilirisasi sumber daya alam dan penciptaan peluang usaha di Kabupaten Sumbawa.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Jarot saat membuka Musyawarah Cabang IV Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Sumbawa, Kamis (21/5/2026), di Olive Cafe.

Dalam kesempatan itu, Jarot memaparkan berbagai potensi strategis daerah yang dinilai mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Sumbawa ke depan.

“Dengan sumber daya alam yang melimpah, Sumbawa memiliki kesempatan besar untuk membangun usaha dan bisnis. Kita harus mulai hilirisasi, menjadi produsen dari sektor pertanian, perikanan, garam hingga KEK Samota yang nantinya akan memberikan multiplier effect bagi daerah,” tegas Jarot.

Bupati juga menyinggung rencana pengembangan industri garam dan unggas terintegrasi bernilai triliunan rupiah. Untuk mendukung industri garam, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 15 ribu hektare.

“Garam membutuhkan sekitar 13,9 ribu hektare lahan, makanya kita siapkan 15 ribu hektare. Ini untuk menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan usaha bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Jarot turut mengapresiasi kepengurusan periode 2022–2025 dan berharap proses regenerasi organisasi berjalan sehat serta melahirkan pemimpin terbaik.

“Siapapun yang terpilih adalah yang terbaik. Ketua harus memiliki visi membangun Sumbawa lebih cepat,” katanya.

Jarot juga menegaskan disiplin kerja di lingkungan pemerintah daerah. Ia meminta seluruh kepala OPD melaporkan progres pekerjaan setiap Selasa pagi dan tidak menunda pekerjaan.
“Kita harus siap berlari, tidak boleh maraton apalagi jalan,” tandasnya.

Ia mengajak seluruh elemen untuk menjaga soliditas dan tidak terjebak dalam persaingan yang tidak sehat. Menurutnya, masyarakat Sumbawa memang membutuhkan contoh nyata untuk menerima teknologi dan pola usaha baru.

“Orang Sumbawa kadang agak susah mengubah pikiran ke teknologi baru. Tapi kalau sudah ada satu yang berhasil, semua akan ikut,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar para pelaku usaha tidak memonopoli peluang bisnis dan tetap membangun kemitraan dengan UMKM lokal.

“Begitu banyak peluang, jangan semua diambil sendiri. Harus dekat dan bermitra dengan UMKM,” katanya.

Di hadapan peserta, Jarot menegaskan dirinya terbuka terhadap investasi yang masuk ke Sumbawa selama memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Saya akan melindungi setiap investasi yang masuk ke Sumbawa dan akan saya jaga selama memberi kontribusi kepada masyarakat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Jarot juga meminta agar proses perizinan di Kabupaten Sumbawa dipercepat guna mendukung iklim investasi yang sehat dan kompetitif.