Liputansumbawa.id–Tudingan bahwa Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) belum terealisasi mendapat bantahan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Hal tersebut terungkap dalam audiensi bersama Aliansi Gerakan Revolusi Demokrasi, yang terdiri dari HMI, GMNI dan BEM Unsa, di kantor Bupati Sumbawa, Kamis (25/6/2026).
Mendampingi Wakil Bupati Sumbawa yang menerima mahasiswa, Sekretaris Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu, mengungkapkan bahwa program tersebut telah berjalan dan menjangkau ratusan mahasiswa.
“Hingga Juni 2026, Kartu Sumbawa Pintar telah menjangkau 444 mahasiswa dengan nilai program sebesar Rp50 juta,” ungkap Dwi Rahayu.
Ia menjelaskan pengajuan bantuan dapat dilakukan secara mandiri maupun melalui kampus masing-masing.
Menurutnya, seluruh perguruan tinggi di Kabupaten Sumbawa telah menerima manfaat program tersebut.
Tak hanya itu, mahasiswa asal Sumbawa yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Mataram juga ikut mendapatkan manfaat melalui kerja sama antara Pemkab Sumbawa dan Universitas Mataram.
Dwi menegaskan KSP merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda.
“Kehadiran KSP diharapkan membantu mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumbawa,” katanya.
Meski demikian, mahasiswa tetap meminta pemerintah memperluas jangkauan program agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh mahasiswa yang membutuhkan. (Mk)



























































































