Single News

Dispopar Sumbawa Dorong Event Lokal Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Kreatif

Liputansumbawa.id–Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) terus mendorong pengembangan berbagai event lokal di 24 kecamatan sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor pariwisata, seni budaya, olahraga dan ekonomi kreatif.

Kepala Dispopar Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara, mengatakan sejumlah event telah terlaksana sepanjang 2026. Selain kegiatan yang masuk dalam kalender event daerah, terdapat pula sejumlah kegiatan yang digagas komunitas maupun masyarakat dan telah mendapat konfirmasi untuk dilaksanakan. Hal tersebut disampaikan Tata saat diwawancarai, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah Festival Pindang Belik di Kecamatan Lantung. Event tersebut mengangkat tradisi lokal yang kemudian dipadukan dengan kreativitas seni masyarakat Sumbawa.

“Memang ada beberapa yang sudah dilaksanakan dan ada beberapa juga yang sudah konfirmasi kegiatan. Di Lantung ada Festival Pindang Belik, tradisi lokal yang dipadukan dengan kreativitas kesenian Sumbawa,” ujar Tata.

Selain Lantung, rangkaian kegiatan juga berasal dari Kecamatan Moyo Hilir dan Maronge. Pemerintah daerah masih menunggu kesiapan komunitas serta kecamatan yang menjadi penyelenggara untuk memastikan pelaksanaan setiap agenda.

Tata berharap rangkaian event tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi mampu menggairahkan kembali aktivitas berkesenian, memberi ruang bagi para seniman serta atlet untuk tampil dan ikut memeriahkan berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

“Harapan kita seluruh rangkaian kegiatan ini minimal bisa menggairahkan kegiatan berkesenian, kegiatan para seniman maupun para atlet kita untuk bisa ikut meramaikan Sumbawa,” katanya.

Ia menegaskan, event daerah ke depan harus dikembangkan secara berjenjang dan berkesinambungan. Setiap wilayah diharapkan mampu menampilkan inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing.

Tidak hanya menjadi kegiatan internal masyarakat setempat, event tersebut diharapkan dapat dikemas menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung dari luar daerah.

“Kita berharap ini bisa dipertahankan. Ke depan ada inovasi baru yang disesuaikan dengan karakteristik suatu wilayah, bisa berjenjang, berkesinambungan dan melibatkan seluruh masyarakat. Bila perlu bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang akan datang,” jelasnya.

Dukungan terhadap keberlanjutan event tersebut juga datang dari Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa. Pemerintah daerah, kata Tata, berharap agenda pariwisata dan budaya tidak berhenti pada 2026, tetapi terus dilanjutkan pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya dengan kualitas yang semakin baik.

“Bupati dan Wakil Bupati sangat mendukung kegiatan ini untuk bisa berlanjut, bukan hanya 2026 tetapi bisa berkelanjutan 2027 dan seterusnya. Seperti harapan masyarakat, setiap event ada peningkatan kualitas dan dari sisi pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Tata menilai Kabupaten Sumbawa memiliki kekayaan budaya, seni, tradisi dan potensi wisata yang masih belum sepenuhnya dikenal, termasuk oleh masyarakat Sumbawa sendiri.

Karena itu, keberadaan berbagai event dinilai menjadi salah satu sarana promosi untuk memperkenalkan potensi tersebut secara lebih luas.

“Kekayaan dan potensi kita bisa dikenal. Saya rasa masyarakat Sumbawa sendiri belum banyak yang mengenal. Dari situlah kita bisa mempromosikan ini. Ke depan kita berharap ada kreasi-kreasi baru, bagaimana kita kemas sedemikian rupa yang melibatkan banyak pihak,” katanya.

Tak Hanya Pulau Moyo

Dari sisi kunjungan wisatawan domestik, Tata mengakui terdapat peningkatan yang cukup signifikan. Namun, kunjungan tersebut saat ini masih didominasi destinasi di Pulau Moyo.

Ke depan, Dispopar berharap wisatawan tidak hanya terpusat di satu kawasan, tetapi mulai menjangkau berbagai kecamatan yang memiliki potensi wisata, budaya dan ekonomi kreatif.

“Kita berharap bukan hanya Pulau Moyo yang dinikmati wisatawan. Kita berharap potensi kecamatan lain juga bisa dilihat. Mungkin dari situ nanti muncul investasi baru,” ujarnya.

Menurutnya, jika dikembangkan secara serius dan konsisten, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak menutup kemungkinan menjadi salah satu sektor unggulan baru bagi Kabupaten Sumbawa.

32 Event Masuk Kalender Pariwisata Sumbawa 2026

Berdasarkan Calendar of Event Kabupaten Sumbawa 2026, sedikitnya terdapat 32 agenda yang tersebar sepanjang tahun. Event tersebut tidak hanya berisi festival budaya, tetapi juga olahraga, permainan rakyat, kegiatan kepemudaan hingga agenda komunitas.

Berikut daftar event yang tercantum dalam kalender:

  1. Festival Ponan di Kecamatan Moyo Hilir, 31 Januari–1 Februari 2026.
  2. Januari Fest 2026 Sumbawa, 24–25 Januari.
  3. Barapan Kebo, Sumbawa Timur, Tengah dan Barat, Januari–November.
  4. Tour de Labangka, Labangka, 12 April.
  5. Festival Melala, Sumbawa, Juni.
  6. Festival Main Jaran, Moyo Hilir, Agustus.
  7. Bupati Cup Badminton, Gedung Pragas, Juni.
  8. Festival Mangkung, Buer – Juni.
  9. Festival Kota Tua, Sumbawa, Juni–Juli.
  10. Festival Nesek, Moyo Hilir, 7–18 Juli.
  11. Festival Nuja Rame, Empang/Lamenta, 22 Juli.
  12. Festival Petik Kopi, Batulanteh, 24–26 Juli.
  13. Festival Pindang Belik, Lantung, 30 Juli.
  14. Festival Motor Ojek Gabah dan Barapan Ayam, Moyo Utara dan Moyo Hilir, 1–2 Agustus.
  15. Festival Budaya Paroso, Moyo Hilir, 5–9 Agustus.
  16. JA Run Sumbawa, 23 Agustus.
  17. Festival Junyung Budaya dan Fest Sarembang Desa, Lape, Agustus.
  18. Festival Gerbang Barat, Alas Barat, Agustus dan Oktober.
  19. Festival MU, Moyo Utara, Agustus.
  20. Kejuaraan FORKI Bupati Cup, GOR Mampis Rungan, Agustus.
  21. Kejuaraan Volly Ball Bupati Cup, Sumbawa, Agustus.
  22. Bancarera Series, Utan, Tarano, Alas dan Prajak, 18 September.
  23. Festival Hiu Paus, Tarano, 19 September.
  24. Festival Samba, Plampang, September.
  25. Festival Suar Teja Raboran, Moyo Hulu, September–Desember.
  26. Turnamen Sepak Bola Bupati Cup, Sumbawa Timur, Tengah dan Barat, 6–13 September.
  27. Sail to Indonesia 2026 – Sumbawa, 18–23 September.
  28. Jambore Pramuka, Unter Iwes, 12–13 Oktober.
  29. Festival Pariri Miri – Ropang, Oktober.
  30. Festival Agal & Bungin, Alas, Oktober–Desember.
  31. Gebyar Pemuda, Sumbawa, November.
  32. Festival Timung, Lopok, November.

Tata menjelaskan, daftar tersebut menjadi gambaran bahwa pengembangan event di Sumbawa tidak hanya bertumpu pada satu jenis kegiatan. Festival budaya dan tradisi berjalan beriringan dengan kegiatan olahraga seperti badminton dan sepak bola, kegiatan kepemudaan, hingga permainan rakyat.

“Event di 24 kecamatan ini tidak hanya fokus pada festival budaya, tapi juga ada event olahraga, badminton dan permainan rakyat,” ungkapnya.

Menurut Tata, keberagaman agenda tersebut menjadi modal penting untuk memperkenalkan karakter dan potensi masing-masing wilayah. Pemerintah daerah juga membuka ruang bagi komunitas untuk menggagas kegiatan baru sehingga kalender event Sumbawa tidak berhenti pada agenda yang sudah ada.

Dorong Munculnya Investasi Baru

Tata berharap semakin banyaknya event yang digelar di berbagai wilayah dapat mendorong pemerataan kunjungan wisatawan. Selama ini, kata dia, Pulau Moyo masih menjadi salah satu tujuan yang cukup dominan bagi wisatawan domestik.

Karena itu, potensi kecamatan lain perlu dikemas lebih kreatif agar memiliki daya tarik tersendiri. Jika kunjungan meningkat, peluang tumbuhnya usaha masyarakat hingga investasi baru juga semakin terbuka.

“Tidak menutup kemungkinan ini bisa menjadi sektor unggulan baru,” tegasnya.

Dengan melibatkan komunitas, pemerintah kecamatan, seniman, atlet, pelaku UMKM dan masyarakat, Dispopar berharap kalender event Sumbawa ke depan semakin berkualitas, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata terhadap promosi pariwisata serta pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, event bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi instrumen untuk mengangkat potensi lokal, memperluas promosi wisata dan membuka peluang ekonomi baru di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa. (LS)