Liputansumbawa.id–Suasana tenang di Dusun Lenangguar A, Desa Lenangguar, Kecamatan Lenangguar, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Sabtu siang (13/6/2026). Kobaran api yang muncul dari salah satu rumah panggung dengan cepat membesar dan melalap bangunan di sekitarnya hingga menyebabkan dua rumah hangus terbakar.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.30 Wita itu diduga dipicu oleh korsleting listrik saat pemilik rumah sedang tidak berada di tempat.
Menurut informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap dari salah satu rumah. Dalam waktu singkat, asap berubah menjadi kobaran api yang membesar dan mengancam permukiman warga.
“Warga yang melihat kejadian langsung berteriak meminta pertolongan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran,” terang Kadis Damkartan Kabupaten Sumbawa, Sahabuddin.
Ia memaparkan, personel Satgas 3 Pos Damkar Lenangguar bergerak cepat menuju lokasi. Hanya berselang beberapa menit, tepat pukul 13.33 Wita, petugas tiba di tempat kejadian dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Namun, saat petugas datang, api telah menguasai dua unit rumah panggung milik H. Saifuddin dan Subekti Saputra. Material bangunan yang didominasi kayu membuat api dengan mudah menjalar dan membesar.
Di tengah kepulan asap tebal dan teriknya panas api, petugas bersama warga setempat bahu-membahu melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil fire truck yang dikerahkan ke lokasi.
Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjibaku selama hampir tiga jam, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.20 Wita.
Meski dua rumah utama tidak dapat diselamatkan dan terbakar 100 persen, kesigapan petugas berhasil mencegah api merambat lebih luas ke permukiman padat di sekitarnya.
Dua rumah lainnya milik Junaidi dan Hasbullah turut terdampak, namun hanya mengalami kerusakan sekitar lima persen akibat jilatan api.
Selain personel Damkartan Pos Lenangguar, penanganan kebakaran juga melibatkan unsur Kecamatan Lenangguar, Babinsa, anggota Polsek Lenangguar, pemerintah desa, perangkat dusun, serta masyarakat setempat yang membantu proses pemadaman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp200 juta.
“Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama saat rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong, guna mencegah terjadinya musibah serupa,” imbau Kadis Damkartan. (LS)



























































































