Single News

DLH Sumbawa Siapkan Pos Layanan Sampah dari Tarano hingga Alas Barat

Liputansumbawa.id—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa menyiapkan terobosan baru untuk menekan volume sampah melalui penguatan pelayanan di wilayah timur hingga barat.

Salah satu langkah yang akan didorong adalah pembentukan pos-pos pembantu pelayanan sampah serta penerapan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Kepala DLH Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, S.T., Senin (12/10/2025), mengatakan persoalan sampah masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan penanganan terencana dan keterlibatan berbagai pihak.

“Saat ini memang betul, masalah yang sulit kami hadapi adalah sampah,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Menurutnya, pada 2026 DLH Sumbawa bertekad memperluas upaya pengurangan sampah mulai dari Kecamatan Tarano di wilayah timur hingga Alas Barat di wilayah barat Kabupaten Sumbawa.

Penanganan tersebut akan dimulai dari sumber sampah, terutama rumah tangga. Masyarakat diharapkan mulai memilah dan memisahkan sampah berdasarkan kategorinya sebelum dibuang atau diangkut untuk penanganan lebih lanjut.

“Untuk tahun 2026 ini, kita bertekad melakukan penanganan dan pengurangan sampah dari timur ke barat. Sampah dari rumah tangga nantinya diolah terlebih dahulu dengan memilah dan memisahkannya berdasarkan kategori,” jelasnya.

Selain mendorong pemilahan sampah dari rumah tangga, DLH Sumbawa juga berencana membentuk pos-pos pembantu pelayanan sampah di sejumlah wilayah. Rencana tersebut akan dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.

“Kita akan mencoba berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD Sumbawa. Saat ini, DLH ingin membentuk pos-pos pembantu untuk pelayanan sampah di setiap wilayah, dengan tujuan meminimalisir volume sampah yang dihasilkan,” katanya.

Sampah di Pusat Kota Jadi Perhatian

Tak hanya menyasar wilayah kecamatan, DLH Sumbawa juga memberi perhatian terhadap persoalan sampah di pusat kota, terutama di taman-taman, ruang publik, serta lokasi kegiatan masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah aktivitas Car Free Day di Jalan Samota. Menurut Muhammad Nur Hidayat, pihaknya telah berkoordinasi dengan penanggung jawab kegiatan agar penanganan sampah dapat dilakukan secara bersama-sama.

DLH berharap penyelenggara kegiatan turut berperan menjaga kebersihan lokasi, sehingga sampah yang dihasilkan tidak berserakan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kami juga ingin berfokus pada penanganan sampah di dalam kota, seperti di taman-taman dan setiap kegiatan Car Free Day di Jalan Samota. Kami sudah berkoordinasi dengan penanggung jawab kegiatan agar bisa membantu mengatasi persoalan sampah,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, DLH Sumbawa akan mengusahakan penyediaan tempat sampah di taman-taman maupun lokasi kegiatan masyarakat. Namun, fasilitas tersebut perlu diimbangi dengan kesadaran warga untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Kami berharap ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kami akan mengusahakan penyediaan tempat sampah di taman-taman maupun lokasi kegiatan,” pungkasnya. (Yy)